Knalpot Racing Segera Dirazia

#Bising dan Ganggu Ketertiban Umum

BATAM (HK) – Direktorat Lalulintas (Ditlantas) Polda Kepri Satuan Lalulintas (Satlantas) Polresta Barelang akan merazia kendaraan bermotor yang memakai knalpot racing. Karena pemakian tersebut melanggar aturan.

“Kita sudah banyak mendapatkan laporan dari masyarakat terkait masalah ini. Mereka harus ditertibkan dan ditindak tegas,” sebut Kombes Pol Roy Ardhya Candra, Senin (01/07) siang, usai penyerahan Sim Gratis ke warga, di Polresta Barelang.

Katanya, pihaknya akan membentuk tim untuk merazia dan menindak tegas pengendara yang memakai knalpot racing. Persoalan ini jadi atensi serius kepolisian untuk mewujudkan rasa nyaman dan aman di tengah masyarakat.

“Mereka yang tidak patuh akan dijatuhi sanksi berupa tilang, denda ataupyn pidana,” ucapnya.

Sementara itu, Kasat Lantas Polresta Barelang, Kompol I Putu Bayu SIK mengungkapkan selama ini pihaknya telah melakukan teguran dan imbauan kepada para pemilik sepeda motor ber-knalpot racing itu. Karena merupakan sebuah pelanggaran.

“Undang undang No 22 Tahun 2009 sudah tegas memuat aturannya. Sesuai Pasal 258 ayat(1) bagi setiap orang yang mengemudikan sepeda motor di jalan dan yang tak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan yang meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu rem, knalpot standar, berlampu petunjuk arah, alat pematul cahaya, alat pengukur kecepatan dan kedalaman alur ban, sebagaimana di maksud dalam pasal 106 ayat (3) Jo Pasal 48 Ayat (2) dan ayat (3), maka yang bersangkutan bisa di pidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan ataupun denda paling banyak Rp. 500.000,” kata Kompol I Putu Bayu.

Kemudian, paparnya, Peraturan Mentri Negara Lingkungan hidup No. 07 Tahun 2009 Pasal 4 angka 1 berbunyi ambang batas kebisingan kendaraan bermotor tipe baru itu adalah batas maksimum energi suara yang bisa dikeluarkan langsung dari mesin dan/atau transmisi motor tipe baru.

“Hitungannya seperti ini. Untuk sepeda motor kurang lebih 80 cc maksimal 80 desibel suara (db). Kurang lebih mesin 80-175 cc max 90 db dan kurang lebih dari mesin 175 cc ialah max 90 db,” ujar Kasat Lantas.

Selanjutnya, ucap I Putu, Kitab Undang-undang Hukum Pidana di Pasal 503 berbunyi, diancam dengan pidana kurungan paling lama tiga hari atau pidana denda paling banyak Rp 250. 000.

“Barang siapa membikin ingkar ataupun riuh, sehingga menimbulkan ketentraman malam hari dapat terganggu, maka dapat dikenakan dengan Kitab UU KUHP Pasal 503. Dan barang siapa menbikin gaduh dekat bangunan ibadah dan kantor sidang pengadilan akan dikenakan dengan Kitab UU KUHP Pasal 503,” paparnya.

Pantauan Haluan Kepri di lapangan, pemakai knalpot racing sering ditemukan di kawasan Bengkong dan Batam Centre. Pengendaranya kebanyakan masih berusia sekolah.

Apalagi jika malam minggu. Aksi mereka kian membuat bising. Terutama melewati kawasan simpang empat Bengkong Aljabar.

Demikian juga kadang di kawasan depan Legenda Malaka. Suara knalpot mereka bising dan sangat mengganggu.

“Salah satu antisipasi knalpot racing ini makin marak adalah bengkel motor dirazia. Begitu juga bengkel knalpot juga harus ditertibkan,” kata Rahmat salah seorang warga di Batam Centre. ***

(Visited 26 times, 1 visits today)