Museum Lingga Cahaya Minim Dana, Untuk Tambah Koleksi Museum

BARANG BERSEJARAH- Sejumlah barang bersejarah yang disimpan di Museum Linggam Cahaya di Kabupaten Lingga terus bertabah.

LINGGA (HK)- Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Lingga, M Ishak, mengaku, pihaknya terkendala dengan minimnya dana untuk mengumpulkan benda cagar budaya yang akan menjadi koleksi Museum Linggam Cahaya.

Hal ini disebabkan tidak semua benda cagar budaya yang diperoleh merupakan barang yang dihibahkan masyarakat. Sebagaian harus diberikan kompensasi karena nilai benda cagar budaya tersebut bernilai tinggi.

“Terkadang kita tidak bisa memeproleh benda benda cagar budaya dengan mengharapkan hibah dari masyarakat. Sebagain benda yang terkumpul kita peroleh dengan cara membeli. Untuk mengatasi keterbatasan anggaran kedepan, kita akan bekerja sama dengan Pemprov Kepri dan instansi terkait lainnya,” kata Ishak, kemarin.

Dijelaskanya, Museum Lingga Cahaya yang berada di Kecamatan Lingga, Kabupaten Lingga, diresmikan dan dibuka untuk umum sejak tahun 2003 lalu.

Saat ini telah mengoleksi sekitar 5.304 jenis barang sebagai koleksinya. Sebagian besar barang yang ada merupakan barang-barang yang berkaitan dengan sejarah Kerajaan Lingga-Riau.

“Sampai hari ini Alhamdulillah barang yang sudah ada lebih kurang 5300 buah. Barang-barang yang terkumpul lebih banyak berkaitan dengan sejarah Kerajaan
Lingga-Riau. Seperti keramik, bahan-bahan dari kuningan, termasuk juga bahan-bahan yang pernah digunakan oleh Sultan Lingga-Riau yang terakhir,” jelasnya.

Untuk memperbanyak kolekai Museum Lingga Cahaya, Disbud Lingga mengerakkan program Gerakan Sayang Cagar Budaya. Dalam program ini masyatakat diberikan motivasi agar secara sukarela menghibahkan benda cagar budaya yang dimiliki untuk museum.

“Kita harap dengan adanya Gerakan Sayang Cagar Budaya, akan semakin memperbanyak koleksi yang ada di Museum Lingga Cahaya Kabupaten Lingga,” imbuhnya.(jfr)

(Visited 20 times, 1 visits today)