Orangtua Serbu Warnet dan Sekolah, PPDB Online di Tanjungpinang

TANJUNGPINANG (HK)- Para Orangtua murid menyerbu sejumlah Warnet dan mendatangi sekolah-sekolah untuk melakukan pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) secara online di Kota Tanjungpinang pada hari pertama dibukanya pendaftaran, Senin (1/7).

Pantauan Halaun Kepri di salah satu Warnet Jalan Pemuda, terlihat para orangtua murid bersama anak-anaknya melakukan pendaftaran secara online. Terlalu ramainya pengunjung, penjaga warnet menyediakan kursi untuk mengantri.

Salah satu orangtua murid, Yudi mengatakan kedatangannya ke warnet untuk mendaftarkan anaknya. Karena tahun ini, pendaftaran secara online jadi daftarnya di warnet. Karena lanjut Yudi, setelah melakukan pendaftaran, bukti pendaftarannya dicetak, lalu dibawa ke sekolah tujuan.

“Awalnya saya kurang paham, namun ternyata cukup mudah. Dengan memasukkan nomor ijazah dan tujuan sekolah di laman website yang tersedia, sudah bisa. Mudah juga banyak yang daftar di warnet. Jadi bisa bertanya juga kepada orangtua murid lainnya,” jelasnya.

Berbeda dengan Esy, salah satu orangtua murid yang langsung mendatangi SMP 1 Negeri Tanjungpinang untuk melakukan pandaftaran anaknya.

Esy merasa lega apabila pendaftaran anaknya dituntun langsung oleh petugas di sekolah ketimbang sendiri di warnet.

“Selain kita lebih dipermudah, kita juga dapat langsung memastikan posisi anaknya diantara siswa-siswa lain yang mendaftar lewat jalur zonasi. Ia belum mengetahui bahwa pemantauan posisi siswa berdasarkan jarak dari sekolah atau juga bisa bergeser karena nilai, karena tiap sekolah memiliki kuota penerimaan,” ungkap Esy.

Sementara itu, saat dijumpai Walikota Tanjungpinang Syahrul menyampaikan kepada para orangtua murid untuk tidak perlu khawatir dan harus mengikuti prosedur yang berlaku. Seperti, daftarkan anak-anaknya ke sekolah yang dekat dengan rumah sesuai dengan sistem zonasi.

“Sebenarnya daya tampung kita jumlah SD yang lulus dengan SMP itu tidak ada masalah seluruhnya sudah klop (sesuai). Jadi pemerintah menjamin seluruh anak di Tanjungpinang harus tertampung. Jangan ada anak yang telah lulus SD tidak sekolah karena tidak diterima atau tidak tertampung,” ungkap Syahrul.

Masalah yang ada saat ini, lanjut Syahrul, bukan karena kurangnya sekolah atau ruang belajar. Namun mindset masyarakat hingga saat ini masih pada sekolah favorit dan “sekolah buangan”. Padahal ditegaskan Syahrul, sudah tidak ada lagi sekolah favorit.(rco)

(Visited 10 times, 1 visits today)