Pedagang Jagung Boleh Berdagang

Pedagang jagung bakar di Barelang mengapresiasi Walikota Batam yang masih membolehkan mereka berdagang. PUTRA/HALUAN KEPRI

BATAM (HK) – Pedagang jagung bakar di sekitar jembatan 1 dam 2 Barelang masih bisa berdagang. Kehadiran mereka nanti akan ditata sehingga tidak menggangu ketertiban.

“Sementara ini kita masih diizinkan berdagang,” ungkap
Ketua Ikatan Pedagang Jagung Bakar, Delka, Senin (1/7).

Kabar itu disambut oleh sejumlah pedagang dengan syukuran. Bahkan di lapak Nenek Aisah terpajang foto Walikota Batam, H. M Rudi.

Dikatakan, kepastian mereka bisa berdagang setelah mereka rapat dengan pendapat dengan Asisten I Pemko Yusfa Hendri Camat dan Lurah, Babinsa dan Kanit Intel Polres,.

Dikatakan, dari RDP tersebut, mereka tidak jadi digusur. Waktu itu dibahas dulu. Mungkin dalam jangka waktu tertentu. Sejumlah aspirasi pedagang tersebut dibahas dan ditampung dulu.

“Kita berharap tidak dialokasikan ketempat lain,” ujarnya.

Lebih lanjut, Delka mengatakan sejumlah pedagang dideretan setelah jembatan I Barelang berterima kasih.

“Harapan kami pembinaan dari pemerintah. Kita sama-sama mendukung program wisata termasuk di Barelang,” ujarnya.

Ketua RT 01 RW 04 Pulau Nipah Kelurahan Setokok, Ruslan Jakfar mengapresiasi batalnya pedagang digusur. Pihaknya bersyukur dan berharap mereka ditata.

Dikatakan, sejumlah pedagang tersebut jangan dilepas begitu saja. Harapannya, dibina dan ditata
dan mudah-mudahan 10 tahun kedepan bagusnya.

“Rencana hari ini silaturahmi bersama Walikota. Tapi Pak Wako ada giat Bhayangkara,” ujar Jakfar.

Sebagaimana diketahui, pedagang jagung bakar di deretan setelah Jembatan I hingga Jembatan II sekarang sudah dagang seperti biasa. Bahkan kios mereka buka 24 jam. (put)

(Visited 49 times, 1 visits today)