Pembakar Lahan Dituntut 1 Tahun

Panji Winata alias Panji, terdakwa pembakaran lahan di Jalan Nusantara KM 22 Kelurahan Gunung Lengkuas, Kecamatan Bintan Timur dituntut 1 tahun penjara dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Senin (1/7).

TANJUNGPINANG (HK)- Panji Winata alias Panji, terdakwa kasus pembakaran lahan di Jalan Nusantara KM 22 Kelurahan Gunung Lengkuas, Kecamatan Bintan Timur Kabupaten Bintan Provinsi Kepri, dituntut 1 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Senin (1/7).

JPU Dicky Saputra SH dari Kejari Bintan dalam tuntutannya menyatakan, terdakwa Panji telah terbukti bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69 ayat (1) huruf (h). yaitu melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar.

“Perbuatan terdakwa dimaksud dinilai telah melanggar ketentuan sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 108 UU RI Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Jo Pasal 188 KUHP,” kata JPU.

Dalam sidang terungkap, perbuatan terdakwa berawal, Sabtu 2 Maret 2019 sekira pukul 13.00 WIB, ketika terdakwa tengah melakukan pekerjaan sehari-hari menjaga kolam pembibitan ikan milik kakaknya, yaitu saksi Zulfan yang lahannya disewa dari saksi Nico Maratur, di Jalan Nusantara KM 22 Kelurahan Gunung Lengkuas, Kecamatan Bintan Timur Kabupaten Bintan.

Selanjutnya, sekira pukul 13.30 WIB, terdakwa hendak membersihkan kolam ikan dan saat itu bersama dengan saksi Dominikus alias Domi, saat keduanya sedang berjalan menuju kolam ikan, mereka mengobrol. Lalu saksi Dominukus mengatakan kepada terdakwa bahwa “Ini kalau dibakar bagus, mantap buat tanam Cabe,”

Mendengar perkataan tersebut kemudian terdakwa langsung mengumpulkan ilalang berupa rumput-rumput kering. kemudian membakarnya dengan menggunakan mancis gas yang telah dipinjam sebelumnya dari saksi Dominukus.

Setelah tumpukan rumput tersebut terbakar selanjutnya terdakwa berjalan menuju arah kolam ikan sambil menebas semak-semak dan ranting-ranting sampai di kolam tersebut.

Tidak lama kemudian, terdakwa melihat api sudah membesar dan menjalar ke arah hutan. lalu terdakwa berusaha memadamkan, namun tidak bisa karena cuaca yang panas dan angin yang bertiup kuat, sehingga penyebaran api sangat cepat membakar lahan.

Selanjutnya kebakaran lahan dapat dipadamkan oleh pemadam kebakaran bersama masyarakat sekitar pukul 16.00 WIB.

Berdasarkan verifikasi lapangan yang dilakukan oleh Ahli Lingkungan Hidup, yakni saksi Uray Yoniardi ST, bahwa lokasi kebakaran merupakan semak belukar yang didominasi oleh tanaman ilalang dan tanaman perdu jenis tumbuhan yang tumbuh tidak lebih dari 6 meter dan struktur tumbuhan tersebut terbilang lebih kecil dari pepohonan.

Sedangkan luas kebakaran sekitar 14.229 meter persegi, dan mengakibatkan pipa atau paralon air dari Gunung Lengkuas ke Perumahan Lengkuas Hill hangus terbakar dengan kerugian kurang lebih sebesar Rp7 juta rupiah.

Terhadap tuntutan JPU tersebut, majelis hakim dipimpin Santonius Tambunan SH MH didamping dua hakim anggota, Acep Sopian Sauri SH MH dan Guntur Kurniwan SH memberikan kesempatan kepada terdakwa Panji untuk menyampaikan pembelaan (Pledoi) pada sidang sepekan mendatang.(nel)