Pemkab Usul Minyak Tanah Beralih ke Gas Elpiji

Wajah Faisal

NATUNA (HK)- Pemerintah Kabupaten Natuna melalui Bagian Migas telah melakukan usulan kepada Pemerintah Pusat sejak 2 tahun lalu, agar masyarakat yang menggunakan bahan bakar minyak tanah bisa beralih ke Gas Elpiji 3 Kg.

Usulah itu, telah disampaikan oleh Bagian Migas Natuna kepada Kementerian ESDM dan juga disampikan ke Menkomaritim.

Namun usulan tersebut belum membuahkan hasil karena ada beberapa faktor yang belum mendukung untuk konversi minyak tanah ke gas 3 kg di Natuna.

“Soal konversi dari minyak tanah ke Gas Elpiji 3 Kg subsidi pemerintah sudah kami sampaikan melalui Kementerian ESDM. Namun memang hingga kini belum terealisasi karena ada beberapa faktor yang belum mendukung. Salah satunya di Natuna belum terbangun infrastruktur Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBI),” terang Faisal Firman di kantornya, Senin (1/7).

Ia menambahkan, berdasarkan info terakhir yang diterima dari pihak marketing brand Pertamina di Batam, konversi minyak tanah ke gas elpiji 3 Kg di Natuna akan diupayakan dalam waktu dekat. Karena di wilayah Kepri tinggal Natuna, Anambas dan Lingga yang masih menggunakan minyak tanah.

“Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak begitu lama, kita bisa melakukan konversi dari minyak tanah ke gas elpiji 3 Kg,” terangnya.

Namun sebelum melakukan konversi minyak tanah subsidi ke gas elpiji 3 Kg, Faisal menyebut, pihaknya akan terlebih dahulu melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar program tersebut tidak tiba-tiba dan bisa diterima oleh masyarakat.

“Kita juga tidak bisa tiba-tiba mengganti dari minyak tanah ke gas elpiji. Masyarakat perlu kita berikan edukasi terlebih dahulu sebelum melakukan konversi dari minyak tanah ke gas,” terangnya.

Secara umum, terang Faisal, ada beberapa kreteria bagi daerah untuk mendapatkan subsidi gas elpiji 3 kg. Namun khusus Natuna, jika dilihat dari jumlah penduduk kurang mampu memang sulit untuk mendapatkan subsidi gas elpiji 3 kg. Namun hal tersebut, jangan kita jadikan patokan sebab Natuna ini merupakan daerah terluar NKRI.

“Kalau kita lihat dari syarat-syaratnya itu, memang cukup sulit. Salah satunya jumlah penduduk miskin harus 15 ribu. Jika berpatokan dengan hal itu, maka kita tidak akan pernah mendapatkan subsidi gas elpiji 3Kg. Nah, kami mengusulkan ke pemerintah agar status kita sebagai beranda terdepan NKRI menjadi pertimbangan untuk mendapatkan subsidi gas Elpiji 3 Kg,” tutupnya. (fat)

(Visited 17 times, 1 visits today)