Perjudian di Hotel Satria Karimun Disorot

KARIMUN (HK)- Komisi I DPRD Karimun yang membidangi hukum dan perizinan meminta instansi terkait di Karimun menutup seluruh aktivitas perjudian berkedok permainan ketangkasan di bumi Berazam. Belakangan, praktik judi marak dilakukan di sejumlah hotel seperti Hotel Satria dan Hotel Wiko, termasuk juga aktivitas judi di Tanjungbatu.

Komisi I juga meminta kepada dinas terkait melakukan evaluasi terhadap perizinan yang diberikan. Bahkan harus mengambil tindakan, terhadap lokasi hotel yang melakukan aktivitas perjudian serta beraktivitas tanpa dilengkapi perizinan.

Desakan itu muncul setelah dilakukannya hearing tertutup antara Komisi I dengan Dinas Pariwisata, Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu, Bapenda dan Satpol PP Karimun di ruang Banmus DPRD Karimun, Senin (1/7). Rapat dengar pendapat itu berlangsung dengan alot.

Ketua Komisi I DPRD Karimun, Anwar Abu Bakar usai hearing mengatakan, semua aktivitas di Hotel Satria agar ditutup total. Pihaknya meminta kepada Satpol PP selaku penegak peraturan daerah untuk memantau kegiatan di hotel tersebut. Jika hotel itu kedapatan masih melakukan aktivitas apalagi berbentuk perjudian, maka segera laporkan ke DPRD Karimun.

“Kami meminta seluruh aktivitas di Hotel Satria untuk ditutup, karena tidak mempunyai izin. Lokasi yang memiliki izin permainan dan menyalahgunakan perizinan saja kita minta tutup, apalagi yang tidak berizin dan menggelar praktik perjudian,” tegas Anwar.

Menyikapi hal itu, Anwar meminta kepada Satpol PP untuk turun secara langsung melihat aktivitas disana, apakah masih melakukan aktivitas. Kalau masih beraktivitas apalagi menggelar praktik perjudian, dia meminta segera ditutup.

Ketua Fraksi PKS DPRD Karimun, HM Taufiq mendesak Satpol PP Karimun untuk mulai menghentikan seluruh aktivitas di Hotel Satria mulai Senin (1/7) atau usai rapat dengan dinas terkait di DPRD Karimun. Menurut Taufiq, aktivitas di hotel itu ilegal.

“Kenapa harus sampai menunggu 10 hari. Tutup sekarang juga, itu yang saya sampaikan. Yang jelas izinnya tidak ada dan bakalan tidak dapat izin,” ujarnya.

Kata Taufiq, hingga saat ini yang namanya judi tetap dilarang di Indonesia. Pasal 303 KUHP itu tetap berlaku. Sampai sekarang pasal yang mengatur tentang perjudian itu masih berlaku dan belum di amandemen. Dia berharap, kepada seluruh aparat penegak hukum untuk segera menutup praktik berbau perjudian di Karimun.

“Dalam pasal 303 KUHP itu kan jelas, baca KUHP itu. Judi itu dilarang, ada sanksi hukumnya. Apalagi ini sudah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Masa kita masih diam aja sih. Gak mungkin kan masyarakat yang akan mengadili, harusnya pemerintah daerah berkoordinasi dengan FKPD di Karimun,” tegasnya.

Menurut dia, keresahan masyarakat Karimun soal maraknya judi ini sudah terjadi sejak Ramadhan. Masyarakat menunggu-nunggu kebijakan, mereka berharap segera diselesaikan. Sesuai dengan undang-undang saja. Selagi itu melanggar aturan undang-undang maka harus ditutup, supaya kehidupan berbangsa dan bernegara aman.

“Ada apa sebenarnya di Karimun ini. Memang nggak ada pemerintah di Karimun, gak ada aparat memangnya. Kalau masyarakat yang akan mengadili nanti akan timbul keributan. Mari kita jaga kondusifitas Karimun ini biar tenang,” tuturnya.

Sebelum pertemuan Komisi I DPRD dengan dinas terkait, Satpol PP Karimun sekitar pukul 11.00 WIB juga menerima kunjungan manajemen Hotel Satria dan Hotel Wiko. Pertemuan itu dipimpin langsung Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satpol PP Karimun, Muhammad Tang. Pertemuan itu juga berlangsung tertutup.

“Tadi kami telah memanggil manajemen Hotel Satria dan Hotel Wiko. Perwakilan Hotel Wiko saat dipanggil membawa berkas-berkas perizinan hotel. Sementara, perwakilan Hotel Satria hanya menyampaikan secara lisan kalau perizinan mereka sedang diurus di Dinas Pariwisata,” ungkap M Tang.

Sementara, pemilik Hotel Satria Edy Atoy yang dikonfirmasi terkait aktivitas perjudian serta keberadaan Hotel Satria yang tidak memiliki izin sebagaimana layaknya, sampai berita ini dirilis belum berhasil dihubungi. Ponselnya yang dihubungi dalam kondisi tidak aktif. (ham)

(Visited 162 times, 4 visits today)