Komisi VIII DPR RI Kunker ke MAN IC Batam

Foto bersama anggota Komisi VIII DPR RI dan tim Sekretariat DPR RI saat melakukan kunker ke MAN IC Batam, Rabu (3/7/2019). (istimewa)

Foto bersama anggota Komisi VIII DPR RI dan tim Sekretariat DPR RI saat melakukan kunker ke MAN IC Batam, Rabu (3/7/2019). (istimewa)

Batam (HK) – Sebanyak sebelas orang anggota Komisi VIII DPR RI dan empat orang tim Sekretariat DPR RI melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Batam, Rabu (3/7/2019). Rombongan yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Dr.Ir.H.Sodik Mudjahid,M.Sc, disambut oleh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Kepri yang diwakili oleh Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Kepri, H. Abu Sufyan,S.Ag.M.Pd dan Kepala Bidang pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Kepri, H.Subadi,S.Ag,M.Si, dan Kepala Seksi di lingkungan Bidang Madrasah.

Setibanya di MAN IC Batam, rombongan disambut oleh Kepala MAN IC Batam, Zakiah.S.Ag.,S.Pd.Sy beserta para guru. Pertemuan yang digelar di ruang laboraturium terpadu dan perpustakaan MAN IC Batam itu mengusung tema “Peningkatan Mutu Pendidikan Madrasah di Era Digital dan Revolusi Industri 4.0”.

H.Abu Sufyan, S.Ag, M.Pd dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada rombongan Komisi VIII DPR RI atas kunker dalam upaya peningkatan mutu pendidikan madrasah di Kepri.

Dalam kesempatan itu, Abu Sufyan, mengatakan, jumlah madrasah di Kepri sebanyak 341 madrasah baik negeri maupun swasta.

“75% ada di Batam. Dari 341 madrasah tersebut, yang berstatus negeri sebanyak 26, sisanya swasta. Ada beberapa kabupaten di Kepri belum memiliki madrasah negeri, seperti Kabupaten Natuna, Anambas, Karimun, dan Lingga,” ungkap Abu Sufyan.

“Kebutuhan madrasah dalam meningkatkan mutu pendidikan sangat diharapkan oleh masyarakat Kepri. Karena itu, kami berharap Komisi VIII DPR RI dapat membantunya,” ucap Abu Sufyan.

“Kami juga ucapkan terima kasih karena telah mendapatkan bantuan program pembangunan perpustakaan dan laboratorium terpadu di MAN IC Batam melalui anggaran SBSN. Dan Insya Allah, tahun depan juga mendapatkan bantuan anggaran dari SBSN untuk melengkapi sarana dan prasarana yang belum ada,” katanya lagi.

Dalam kesempatan itu, Abu Sufyan juga menyampaikan pesan Kakanwil Kemenag Kepri kepada Komisi VIII DPR RI, soal belum adanya kantor permanen Kemenag di Anambas.

“Lalu, banyak kepala Kantor Urusan Agama yang sudah dilantik secara definitif, namun tidak memiliki kantor dalam melayani masyarakat. Kemenag Kepri juga kekurangan SDM terutama yang berkenaan dengan administrasi, JFU dan JFT. Untuk itu kami berharap Komisi VIII DPR RI dapat memberi perhatian persoalan ini,” tutup Abu Sufyan.

Sementara itu, Kepala MAN IC Batam, Zakiah, mengatakan saat ini, tanah MAN IC Batam masih berstatus PL.

“Laboratorium sudah dibangun, namun fasilitasnya masih minim. Kurangnya SDM serta guru yang mendapatkan pelatihan baik tingkat nasional maupun internasional,” paparnya.

Lebih lanjut ia meminta agar diberikan pengayaan dan studi banding bagi guru-guru MAN IC Batam ke wilayah-wilayah yang telah berprestasi.

Kemudian, Zakiah juga memaparkan tentang prestasi peserta didiknya yang juara dalam mengikuti kegiatan seperti, Perkemahan Pelajar Lintas Agama di Batam, Korea Intercultural Camp Delegates di Korea Selatan, Youth Exchange and Study Bina Antar Budaya di USA, ITBMUN 2018 Embracing Technology for Global Waif fare di Jerman dan banyak lagi segudang prestasi yang diraih peserta didik MAN IC Batam.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Sodik Mudjahid, menerima semua masukan serta memberikan apresiasi prestasi yang diraih MAN IC Batam.

Dia menjelaskan, kunker yang dilakukan itu adalah dalam rangka pengayaan wawasan anggota dewan dan mencari masukan terkait hal-hal penting yang dapat dijadikan masukan.

“Kunjungan ini merupakan kunjungan spesifik melihat madrasah terkait dua hal, yakni, rencana pengembangan Dirjen Pendidikan Islam, termasuk Dirjen Madrasah, dan kedua, terkait program pinjaman Bank Dunia sebesar Rp3,2 triliun,” ucapnya.

“Ini akan menjadi masukan bagi kami untuk memperjuangkannya di APBN terkait pengembangan Dirjen dan pinjaman tersebut. Untuk itu kami melakukan pengecekan langsung dan ini memang tugas Komisi VIII,” tutur Sodik Mudjahid.

Sodik Mudjahid juga berharap agar guru-guru di madrasah, minimal harus standar dengan guru-guru pada kementerian lain, bahkan harus melebihinya.

“Untuk skill bisa sama, tapi karakternya dan akhlaknya harus lebih. Maka saya harap pendidikan madrasah guru-gurunya harus lebih berkualitas,” ucapnya lagi.

“Mendidik anak untuk menjadi orang pintar itu gampang. Kenapa? Karena teknologi sudah berkembang. Namun, mendidik anak menjadi orang baik, jujur, dan santun lebih susah. Inilah tugas guru madrasah. Ini sebuah tantangan bagi guru-guru madrasah. Untuk itu, harus kita tingkatkan selain skill dan pengembangan karakter. Bekerjalah dengan keras dan cerdas. Saya yakin kita bisa lebih unggul dari sekolah lain,” tutup Sodik Mudjahid. (fhy/r)

(Visited 23 times, 1 visits today)