Mulatua Ditipu Calo Rp20 Juta #Pemilihan Ketua RT Lubuk Baja Kota

Batam(HK) – Pasca pemilihan Ketua RT 003/RW 008, Kelurahan Lubuk Baja Kota, Kecamatan Lubuk Baja, Batam pada Kamis (27/6) pekan lalu menyisakan masalah. Calon hanya dikuti dua orang, nomor urut 1 Muhammad Yunus Lubis dan Mulatua Panggabean nomor urut 2. Dan nomor urut 1 Muhammad Yunus Lubis keluar sebagai pemenang.

Ternyata sebelum pemilihan, Mulatua diiming-imingi oleh seorang oknum Ketua RT di Kelurahan Batu Selicin berinisial Ms bahwa Mulatua dapat memenangkan pemilihan Ketua RT asal bersedia membayar Rp20 juta.

Karena tergoda bujuk rayu Ms, Mulatua akhirnya mau membayar Rp20 juta. Untuk tahap berikutnya, Mulatua kemudian mendaftarkan diri sebagai calon Ketua RT ke Lurah Lubuk Baja kota, Joko Santoso dengan biaya Rp2 juta.

“Awal Mei sebelum hari H saya sudah menyerahkan uang itu dalam tas plastik hitam kepada Ms disaksikan langsung oleh teman saya Gultom di salah satu warung makan Marina Park di sekitaran kelurahan Batu Selicin,” beber Mulatua di Batam Centre pada Sabtu, (29/6) pagi.

Ternyata saat pemilihan, Mulatua kalah dengan perolehan suara hanya 53 suara. Sementara lawannya Yunus yang juga petahana menang dengan perolehan suara 90 suara.

” Di sini, saya baru sadar kalau saya sudah ditipu Ms sebanyak Rp20 juta. Padahal uang itu saya pinjam dari teman saya,” keluh Mulatua.

Dua hari setelah pemilihan, Mulatua bersama rekannya Gultom mendatangi rumah Ms di perumahan Marina Park. Mereka ingin meminta uang itu kembali, namun Ms mengatakan uang itu sudah tidak tidak lagi ditangannya, sebab sudah diberikan kepada Lurah Lubuk Baja Kota, Joko Santoso.

“Uang itu sudah tidak ada di tangan saya. Uang itu sudah saya serahkan ke Pak Lurah (Joko Santoso), minta aja sama Pak Lurah,” ucap Ms seperti yang ditirukan Mulatua kepada Haluan Kepri.

Kemudian, pada Senin (1/6) malam, Ms mengundang Mulatua dan Gultom untuk bertemu di Cafe Hotel Nami, Nagoya membahas uang Rp20 jt tersebut.

Mulatua menjelaskan, dalam pertemuan tersebut, Ms berjanji kepada Mulatua disaksikan langsung Gultom untuk membayar uang tersebut dengan dua kali cicilan.

” Cicilan pertama akan dibayar awal Agustus 2019 senilai Rp10 jt, dan sisanya akan dibayar di awal Oktober 2019, tapi saya tidak setuju dengan kesepakatan yang dibuat oleh Ms. Saya akan berikan waktu dua hari ini, apabila lewat dua hari, saya akan laporkan kasus penipuan ini kepada pihak yang berwajib,” tegas Mulatua.

Lurah Lubuk Baja Kota, Joko Santoso yang dikonfirmasi soal ini mengaku tidak mengetahui sama sekali bahwa ada calo yang memanfaatkan momen pemilihan Ketua RT tersebut di lingkungannya.

“Sama sekali saya tidak tau menahu hal itu, bila ini memang benar, artinya calo tersebut sudah menjual nama baik saya,” kata Joko saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (1/7) pagi.

Hal senada, disampaikan Ketua Panitia Pemilihan Ketua RT 003/RW 008, Alfret pihaknya juga tidak mengetahui terkait penipuan uang senilai Rp20 juta oleh Ms tersebut.

“Terkait hal itu, kita tidak mengetahui sama sekali, peristiwa ini sangat kita sayangkan,” ucap Alfret.

Namun saat koran ini mencoba konfirmasi ulang kepada Joko pada Selasa (2/7) pagi, ia mengatakan sudah menghubungi Ms melalui telepon dan mempertanyakan uang Rp20 juta itu, dan Ms mengakuinya kalau uang itu dia yang ambil.

“Lalu saya menyarankan kepada Ms agar segera mengembalikan uang tersebut kepada Mulatua. Tapi, coba kita berikan itikat baik dulu kepada Ms untuk mengembalikan uang itu secara kekeluargaan,” ujar Joko.

Terpisah, Babin Kamtibmas Kelurahan Lubuk Baja kota, Aiptu S. Juntak menyampaikan kekecewaannya terkait penipuan yang dilakukan oleh Ms kepada Mulatua, sebab hal ini diluar sepengetahuannya.

“Jujur, dalam hal ini kita sangat kecewa, padahal jauh sebelumnya saya sudah mengimbau dengan tegas kepada para kandidat, maupun panitia pemilihan Ketua RT agar menghindari Politik uang, tapi saat mendengar kejadian seperti ini, kita sangat terkejut,” kata dia didampingi Babinsa Kelurahan Lubuk Baja Kota, Indra.

“Kita juga sesalkan Mulatua, seharusnya dia segera memberitahu kita, sehingga hal ini tidak menjadi polemik diantara kita,” tambahnya

Bahkan, ia menyarankan kepada lurah, apabila Ms memang sudah mengakui perbuatannya, alangkah baiknya lurah segera membuat laporan pencemaran nama baik kepada pihak berwajib.

“Saya sarankan kepada pak Lurah agar segera membuat laporan pencemaran nama baik kepada pihak berwajib, sebab ini sudah membawa-bawa nama Lurah Lubuk Baja kota. Selain itu juga akan ada efek jera kepada Ms,” jelasnya. (cw63)