BC Gagalkan 27 Penyelundupan

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai, B Wijayanta bersama Kakanwil DJBC Khusus Kepri menjukkan barang bukti tangkapan Operasi Jaring Sriwijaya III. (ilham/haluankepri.com)

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai, B Wijayanta bersama Kakanwil DJBC Khusus Kepri menjukkan barang bukti tangkapan Operasi Jaring Sriwijaya III. (ilham/haluankepri.com)

  • Selama Operasi Jaring Sriwijaya III

KARIMUN (HK) – Direktorat Jenderal Bea Cukai menutup Operasi Patroli Laut Terpadu Jaring Sriwijaya III. Operasi itu dimulai sejak 26 Mei hingga 30 Juni 2019. Operasi selama lebih dari satu bulan itu cukup membuahkan hasil. Petugas patroli laut Bea Cukai berhasil menggagalkan 27 kasus penyelundupan.

Direktur Penindakan dan Penyidikan Ditjen Bea Cukai, Bahaduri Wijayanta Bekti Mukarta didampingi Kepala Kantor Wilayah Bea dan Cukai Khusus Kepulauan Riau, Agus Yulianto bersama jajarannya mengatakan, keberhasilan 27 penindakan itu berkat kerja keras petugas yang berjibaku di lapangan.

“Selama Operasi Patroli Laut Terpadu Jaring Sriwijaya III. Kami berhasil menindak 27 kasus kepabeanan. Kemudian, terdapat 22 sarana pengangkut yang kewajiban kepabeanannya tidak selesai, maupun barang yang masuk dalam kategori larangan atau pembatasan dari pihak terkait lainnya,” ucap Bahaduri Wijayanta di Kanwil DJBC Khusus Kepri.

Kata Wijayanta, barang milik negara yang bekas tegahan tersebut terdiri dari makanan, pakaian maupun barang elektronik yang statusnya siap dimusnahkan. Dari barang tangkapan tersebut, terdapat barang elektronik berupa handphone jenis terbaru, seperti iPhone XS Max, Xiomi 8, Samsung, dan jenis terbaru lainnya, serta software asli.

Kata Wijayanta, perkiraan nilai barang yang ditindak tersebut sebesar Rp47,3 miliar serta potensi kerugian negara sebesar 41,7 miliar. Dengan besarnya penyelamatan kerugian negara, maka Bea Cukai berharap agar masyarakat selalu memberikan dukungan baik kepada instansi pemerintah agar menjadi lebih baik lagi.

Sementara, Kepala Kanwil DJBC Khusus Kepri, Agus Yulianto menambahkan, sebagian handphone tersebut dimusnahkan dengan cara dibakar. Sebelum dibakar, ribuan handphone tersebut dikeluarkan dari kotaknya, kemudian direndam ke dalam laut. Sementara, sebagian lagi masih ada dalam proses hukum.

Menurut dia, penindakan yang telah dilakukan oleh petugas gabungan ini turut menambah daftar panjang kasus penyelundupan yang berhasil digagalkan oleh Bea Cukai. Penindakan secara terus menerus dan dalam skala besar yang dilakukan Bea Cukai dan aparat penegak hukum lain merupakan bukti keseriusan pemerintah dalam melindungi masyarakat Indonesia dari ancaman penyelundupan.

Hanya saja, upaya untuk menekan aktivitas penyelundupan itu perlu kerja keras dari petugas patroli laut. Sebab, hampir rata-rata penyelundup menggunakan High Speed Craft (HSC) dengan kecepatan mesin yang sangat tinggi. Petugas mengalami kesulitan untuk mengimbangi kecepatan mesin HSC.

“Disinilah tantangan bagi kami. Para penyelundup itu terus mengembangkan modus baru, disamping sarana atau fasilitas yang mereka gunakan juga semakin canggih. Seperti kita tahu, high speed craft itu selalu berlomba menggunakan mesin 4,5,6,7 bahkan mesin 8. Semakin kita meningkatkan sisi teknologi, mereka juga berpacu untuk meningkatkan teknologinya,” terang Agus.

Agus menyebut, dari seluruh kasus penindakan Operasi Jaring Sriwijaya III itu, pihaknya telah mengamankan 20-an orang awak kapal. Namun, status mereka masih dalam proses penyidikan. Awak kapal tersebut saat ini sudah dititipkan di Rumah Tahanan Kelas IIB Tanjungbalai Karimun. (ham)

(Visited 44 times, 1 visits today)