M Apriyandi Divonis Bebas – Pasca Banding di PT Pekanbaru

Majelis hakim Pengadilan Tinggi (PT) Pekanbaru, Riau dikabarkan memvonis bebas terhadap M. Apriyandi. S.IP, Caleg Gerindra untuk DPRD Kota Tanjungpinang atas dugaan kasus tindak pidana Pemilu berupa politik uang, Rabu (3/7).

TANJUNGPINANG (HK)- Majelis hakim Pengadilan Tinggi (PT) Pekanbaru, Riau dikabarkan menjatuhkan vonis bebas terhadap M. Apriyandi. S.IP alias Andi (32), Caleg Gerindra untuk DPRD Kota Tanjungpinang atas dugaan kasus tindak pidana Pemilu berupa politik uang, Rabu (3/7).

Vonis bebas tersebut terkait ajuan banding yang dilakukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejari Tanjungpinang termasuk ajuan banding yang dilakukan terdakwa M Apriandy atas vonis yang dijatuhi majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang pada sidang Senin (26/6) lalu.

Hakim PN Tanjungpinang dipimpin Acep Sopian Sauri SH MH didampingi dua hakim anggota, Eduart Marudut P. Sihaloho SH MH dan Santonius Tambunan SH MH
dalam putusannya menjatuhkan vonis selama 5 bulan penjara dengan masa percobaan selama 10 bulan kepada M Apriyandi atas dugaan tindak pidana Pemilu.

Disamping vonis tersebut, majelis hakim juga menjatuhkan vonis tambahan kepada Andi yang juga diketahui sebagai anak dari Walikota Tanjungpinang Syahrul tersebut dengan pidana denda sebesar Rp24 juta, subsider 1 bulan kurungan.

Perbuatan terdakwa M Apriyandi tersebut dinilai telah terbukti bersalah melanggar ketentuan sebagaimana dakwaan tunggal Jaksa Penuntut Umum (JPU), yakni Pasal 523 ayat (2) Jo Pasal 278 Ayat (2) huruf (d) Undang-undang RI Nomor 17 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum Jo. Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Vonis majelis hakim tersebut lebih ringan dari tuntutan yang dibacakan JPU Zaldi Akri SH dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang sebelumnya selama 3 bulan penjara dan denda Rp24 juta subsider 1 bulan.

Terhadap vonis majelis hakim PN Tanjungpinang tersebut, Kejari Tanjungpinang mau pun terdakwa M Apriandi melalui tim Penasehat Hukumnya, Hendie Devitra SH MH mengajukan banding ke PT Pekanbaru.

Berdasarkan data dari website resmi https://putusan.mahkamahagung.go.id/pengadilan/pt-pekanbaru, pada Sistem Informasi Peluncuran Perkara (SIPP) PT Pekanbaru yang diregister pada tanggal 1 Juli 2019 dan berdasarkan musyawarah yang diketuai oleh Ketua Majelis Hakim Dolman Sinaga, serta didampingi oleh Majelis Hakim Anggota, Tahan Simamora dan Hasmayetti.

Dalam putusannya Menerima Permohonan Banding dari Pembanding Penuntut Umum dan terdakwa tersebut, Membatalkan putusan Pengadilan Negeri Tanjungpinang Nomor 182/Pid.Sus/2019/PN Tpg tanggal 24 Juni 2019 yang dimohonkan banding tersebut.

Sehingga menyatakan terdakwa M. Apriyandi tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana yang didakwakan terhadapnya, membebaskan terdakwa dari segala dakwaan (vrijspraak), memulihkan hak-hak terdakwa dalam kemampuan, kedudukan, dan harkat serta martabatnya dalam keadaan seperti semula.

Sementara itu uang tunai Rp600 ribu, satu unit handphone merk OPPO Tipe CPH1729, 1 unit handphone merk Lenovo Hitam, 1 Unit hanphone merk Samsung warna hitam, Screenshot Chat Whatsapp antara Eni dan Dewi terkait pengumpulan Kartu Keluarga untuk mendukung suara M Apriyandi pada Pemilu 2019, Screenshot Group Whatsapp “KORLAP READY” dikembalikan kepada Penuntut Umum untuk dipergunakan dalam perkara lain, membebankan biaya perkara kepada negara.

Menyikapi vonis bebas M Apriandi tersebut, Humas PN Tanjungpinang, Santonius Tambunan SH MH ketika dikonfirmasi Haluan Kepri, menyatakan pihaknya belum menerima putusan resmi dari PT Pekanbaru dimaksud.

“Informasinya memang benar atas vonis bebas atas perkara terdakwa M Apriandi tersebut, namun secara resmi kita belum mendapatkan data lengkapnya. Nanti kita cek lebih dulu kepastiannya,” ucap Santonius, Rabu (3/7).

Terpisah, Kejari Tanjungpinang Ahelia Abustam SH MH melalui Humas, Kasi Intel, Rizky Rahmatullah SH juga mengaku telah menerima atas informasi vonis bebas atas nama terdakwa M Apriayandi tersebut.

Kendati demikian, ia mengaku belum mendapatkan kabar resemi dari pihak terkait termasuk dari PN Tanjungpinang.

Sementara Kuasa Hukum M Apriandy, yakni Hendie Devitra SH MH menyampaikan rasa syukur atas informasi vonis bebas yang dijatuhi oleh majelis hakim Pengadilan Tinggi Pekanbaru terhadap kliennya tersebut.

“Alhamdulillah, informasi vonis bebas dari PT Pekanbaru tersebut juga sudah kita peroleh,” kata Hendie.

Menurut Hendie, sejak awal pihaknya sudah menilai bahwa apa yang disangkakan oleh jaksa penuntut umum kepada kliennya tersebut tidak benar adanya pelanggaran tindak pidana Pemilu tentang politik uang.

“Hal ini terbukti berdasarkan fakta persidangan, keterangan para saksi termasuk saksi ahli yang dihadirkan sudah jelas, tidak ada unsur money politiknya. Dimana pemberian uang Rp200 ribu kepada saksi bayangan itu diperlukan untuk memantau 221 TPS dan korlap. Korlap yang merekrut saksi bayangan,” punkasnya.(nel)

(Visited 59 times, 1 visits today)