Perusahaan Plastik Akan Diaudit

BATAM (HK) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam akan mengaudit seluruh perusahaan yang mengimport sampah plastik. Auditnya mulai dari proses bahan baku hingga hasil.

Nov Iwandra & Damri
Liputan Batam

“Termasuk perizinan yang dikeluarkan pihak Kementerian Lingkungan Hidup maupun izin yang telah dikeluarkan Kementerian Perdagangan RI,” sebut Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam, Herman Rozie, Rabu (3/7) siang.

Menurut Herman, kewenangan izin import itu memang dari Kementerian Perdagangan, tapi pihak DLH memiliki tanggungjawab untuk melakukan pengawasan.

Jika ditemukan kesalahan dalam menjalankan izin lingkungan yang diberikan sebut Herman, pihaknya akan menjatuhkan sanksi sesuai aturan yang ada. Termasuk pencabutan izin maupun penutupan perusahaan tersebut.

“Tentunya itu sesuai pada kewenangan daerah yang mengeluarkan surat izin lingkungan (IL), maupun izin lainnya. Jika melanggar, akan kita tindak sesuai aturan dan ketentuan,” ucapnya.

Pihaknya tidak mau kecolongan lagi. Sebab hal itu bisa menimbulkan preseden buruk. Apalagi yang melakukan sidak Walikota Batam.

Untuk empat perusahaan yang terbukti mengimpor limbah B3, ucap Herman, sesuai pasal pasal 17 ayat (1) serta ayat (2) tentang import limbah Non B3, sanksi diberikan oleh Kementerian Perdagangan.

“Sanksinya ada di Permendag 32 tahun 2016. Yang memberi sanksi adalah instansi yang mengeluarkan izin. Ini bisa sampai pencabutan persetujuan import/kuota importnya,” ucap Herman.

Selanjutnya, jika limbahn Non B3 yang diimpor terbukti (1) mengandung limbah B3, importir limbah non B3 wajib mengekspor kembali limbah tersebut paling lama 90 hari sejak kedatangan barang berdasarkan dokumen manifest.

Untuk biaya atas pelaksanaan ekspor kembali, di ayat (2), sebagaimana dimaksud dari ayat (1) menjadi tanggungjawab importir,” kata Herman Rozie.

Selanjutnya, Persetujuan Impor (PI) limbah Non B3 itu dibekukan apabila perusahaan (1), pemilik PI limbah non B3 tak melaksanakan satu kewajiban yakni menyampaikan laporan sebagaimana dalam pasal 17 ayat (1).

“Pembekuan PI limbah non B3 sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ini berlaku selama 30 hari terhitung sejak tanggal di pembekuan PI limbah non B3 diterbitkan,” tandasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Walikota Batam melakukan inspensi mendadak terhadap 65 kontainer bermuatan sampah plastik import.

Langkah inipun sempat mendapat proses. Karena dianggap Abuse of power. Selanjutnya persoalan ini sempat jadi polemik karena diduga langkah Walikota Batam bermuatan politik.

Namun hal itu dibantah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Herman Rozie. Karena Walikota Batam berhak melakukan peninjauan.

Ujungnya, isi sampai kontainer diuji lab apakah mengandung limbah B3 atau tidak. Hasilnya, sebagian isi kontainer ditemukan adanya limbah B3.

Sementara itu, DPRD Kota Batam akan memanggil perusahaan pengimpor limbah plastik. Termasuk surveyor, Asosiasi Export-Import Plastik Industri Indonesia (Aexipindo), Bea Cukai Batam, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam dan pihak terkait lainnya.

Ketua komisi I DPRD Kota Batam, Budi Mardiyanto mengatakan, 49 limbah yang sudah terbukti mengandung B3 dan limbah plastik yang bercampur sampah itu harus dilakukan reekspor secepatnya.

Komisi I DPRD Kota Batam juga akan mengawal reekspor limbah yang akan dilakukan itu sampai tuntas, agar reekspor berjalan sesuai aturan yang ada dan tidak ada permainan.

“Yang akan melakukan reekspor semua limbah yang mengandung B3 itu adalah langsung inportirnya, karena berdasarakan ketentuan yang ada, itu adalah kewajiban inportir untuk melakukan reekspornya kembali,” ucap Budi, Rabu (3/7) di ruang kerjanya.

Lanjutnya, dalam RDP yang akan dilakukannya itu pihaknya akan menanyakan pihak surveyor bagaimana dia untuk melakukan survei pada awalnya, sehingga limbah itu bisa lolos masuk ke Batam dan tidak sesuai aturan yang ada.

Karena limbah B3 itu sudah jelas ada aturannya dan tidak boleh untuk dilakukan inpor. Keterangan itu sangat perlu diperoleh dan diminta keterangannya dari pihak surveyornya dan yang bisa menjawab itu adalah surveyornya.

“Kalau tidak ada halangan dalam minggu depan kita adakan RDP nya dan harus ada kejelasan batasan waktunya dari pihak terkait dalam melakukan reekspor itu, jangan hanya janji-janji saja, kita butuh kejelasan agar semuanya selesai,” pungkas Budi.

Dalam hal ini komisi I DPRD Kota Batam berbicara tentang kepastian hukumnya, kalau memang didapatkan melanggar aturan yang sudah ada maka harus diselesaikan sesuai aturan, sangsinya bisa saja pidana atau lain-lainnya.

“Kalau dia limbah B3 maka harus dijalankan aturannya, tapi kalau tidak tergolong limbah B3 maka barang itu harus dikeluarkan, karena kita juga tidak boleh menghambat investasi, sebab secara legalitas mereka memenuhinya,” tuturnya.

Menurutnya, selain sanksinya adalah reekspor bagi perusahaan itu mungkin juga ada sangsi lainnya, yakni kalau memang didapati pidana maka pihak yang berwajib atau instansi penegak hukum terkait harus melakukan penindakan.

Untuk melakukan penyidik itu DLH, Bea Cukai dan juga kepolisian punya kapasitas, kalau memang ada melanggar unsur pidana maka harus ditindak oleh pihak yang berwenang.

Komisi I DPRD Kota Batam selaku yang berkaitan dengan hukum maka pihaknya berharap kedepannya pemerintah dan instansi yang mempunyai kewenangan dalam mengeluarkan izin agar betul-betul selektif.

“Bagi lembaga-lembaga yang mempunyai kewenangan mengelurkan izin dan lain-lainya agar bekerja seyokyanya dan sesuai aturan ada,” harapnya.

Sementara itu, Wakil ketua komisi I DPRD Kota Batam, Harmidi Umar Husen mengatakan, Batam tidak boleh dijadikan tempat pembuangan sampah, karena Batam adalah pulau kecil dan dampaknya akan sangat banyak dan berbahaya bagi kedehatan masyarakat untuk kedepannya.

Sebab semua sampah yang masukkan oleh para pengusaha itu tidak semuanya bisa dimanfaatkan dan pasti akan ada sisanya. Sisanya itu akan terbuang.

Apalagi sampah yang dinpor itu berbagaimacam campurannya, mulai dari pempes, tempat kotoran, bekas medis dan sampah-sampah lainya, semuanya itu sangat-sangat mengancam kesehatan masyarakat. ***

(Visited 36 times, 1 visits today)