by

PPDB Zonasi Seharusnya Jadikan Semua Sekolah Bermutu

JAKARTA (HK) – Kisruh pelaksanaan PPDB berbasis zonasi harus disikapi dengan bijak dan tepat. Niat baik pemerintah melalui Kemendikbud untuk menggerakkan mutu sekolah menjadi semua sekolah bermutu melalui penerapan kebijakan zonasi dalam sistem PPDB sebenarnya merupakan upaya yang baik. Kebijakan zonasi dalam PPDB lambat laun akan mengakibatkan sekolah bermutu semakin dekat dan semakin hemat bagi siswa.

Demikian ungkap Deni Hadiana, pendiri Indonesia Bermutu (IB) dalam pertemuan bulanan (Sawala) IB di Jakarta, kemarin. Ia menambahkan, selain pertimbangan jarak, dalam PPDB zonasi perlu juga mempertimbangkan prestasi akademik siswa seperti nilai ujian nasional, dan prestasi nonakademik seperti juara berbagai ajang olahraga.

“Siswa yang memiliki potensi akademik yang baik, tetap bisa melanjutkan ke sekolah yang sangat diharapkannya dengan bekal prestasi akademik. Dengan demikian hak mendapatkan sekolah yang bermutu bagi siswa beprestasi tetap bisa dilayani, ” tutur Deni dalam rilis.

Heri Kurniawan, direktur Institut Riset Indonesia Bermutu mengingatkan pemerintah agar memberikan akses dan kesempatan yang sangat terbuka bagi siswa siswa yang memiliki prestasi akademik yang baik untuk mendapatkan sekolah yang bermutu. Menurut Heri, selain faktor jarak, faktor prestasi anak perlu menjadi pertimbangan.

“Kebanggaan bagi seorang anak sekolah adalah prestasi di sekolah. Dengan demikian, anak akan makin dihargai jika prestasi di sekolah dijadikan faktor penentu dalam PPDB,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Guru Besar Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Burhanuddin Tola. Menurutnya, fokus pemerintah sebaiknya pada kebijakan dan program strategis peningkatan dan pemeraatan mutu pendidikan. Burhan meyakini, jika teknis dan metodologis PPDB zonasi ini terus diperbaiki dan dibarengi dengan program peningkatan mutu guru, maka PPDB zonasi selaras dengan upaya menjadikan semua sekolah bermutu. (dbs)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed