Tingkatkan Prestasi Nonakademik – Program Dilakukan Kepsek SMAN 20 Batam

Kepala Sekolah SMAN 20 Batam sedang memantau pelaksanaan PPDB di sekolahnya pada hari keempat, Kamis (4/7). Calon siswa yang mendaftar di sekolah ini mencapai 400 lebih, namun kuota dimiliki sekolah ini hanya 280 siswa yang nantinya akan terbagi dalam 8 lokal kelas dengan pola belajar mengunakan double shift. Arment Aditya

BATAM (HK)- Tahun ajaran baru ini merupakan momentum peningkatan prestasi nonakademik yang diprogramkan Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 20 Batam, Bungasia SPd. Disamping menggenjot prestasi akademik siswanya, dikarenakan ia yakin, talenta diminta siswanya itu cukup mumpuni untuk digembleng dari segala bidang.

“Betul program kita tahun ini adalah peningkatan nonakademik akan kita genjot, karena talenta anak didik dan guru pembina cukup berpotensi. Seperti kemarin, siswa kita berhasil meraih juara bola voli tingkat provinsi, dan salah satu siswa kita mewakili tingkat nasional untuk Paskibra,” ujar Bungasia disela-sela kesibukannya mengatur PPDB hari keempat, Kamis (4/7).

Ia mengaku bangga, bahwa prestasi diraih siswanya itu dari tahun ketahun terus mengalami peningkatan. Seperti tahun ini, sebanyak 13 siswanya lolos pada seleksi SNMPTN masuk ke berbagai perguruan tinggi negeri ternama di Indonesia. Dan sebagian lagi masuk Poltek Negeri Batam dan Umrah, bahkan ada beberapa siswa lolos seleksi masuk kepolisian.

“Mungkin dikarenakan sekolah kita sekarang ini telah terakreditasi B, jadi peningkatan prestasi siswa juga terasa peningkatannya cukup signifikan. Makanya 3 tahun kedepan kita targetkan lagi sekolah bisa meraih akreditasi peringkat A, kebetulan hanya tinggal melengkapi kekurangan yang ada, seperti saran dan prasarana, serta tenaga guru sosiologi, guru fisika, dan guru biologi. Jadi sejauh ini untuk menutupi kekurangan ini, kita mengundang guru dari luar,” katanya.

Sementara terkait penerapan PPDB zonasi di sekolahnya, lanjut Bungasia, tahun jaran baru ini sekolahnya hanya menerima 288 siswa yang nanti akan terbagi dalam 8 lokal kelas dengan pola belajar mengunakan double shift. Ia akui tahun ini calon siswa yang mendaftar ke SMAN 20 Batam dirasakan cukup banyak, namun demikian pihaknya tetap mengikuti aturan pada sistem PPDB dengan melihat radius tempat tinggal terdekat ke sekolah.

Ia memandang bahwa penerapan PPDB zonasi ini cukup bagus bisa mengakomodir layanan pendidikan bagi masyarakat dilingkungan sekolah. Dengan demikian orang tua akan dengan mudah mengawasi gerak-gerik anaknya setiap harinya, dan mengurangi biaya transportasi. Disamping itu juga, menghilangkan sekolah unggulan, karena siswa yang masuk dinilainya berpariatif merata karena menganut penerimaan sistem zonasi penuh.

“Tapi kelemahannya juga pasti ada, seperti ada sebagian calon siswa yang rumahnya jauh dari sekolah kecil kemungingkinan bisa diterima di sekolah negeri ini meski memiliki nilai akademik yang bagus, karena kuotanya terisi oleh siswa yang rumahnya terdekat dengan sekolah,” katanya.

Namun demikian Bungasia mengajak kesemua orang tua murid untuk memahami PPDB yang diterapkan ini. Karena sekolah dalam ini hanya menjalankan aturan yang ada, dan penyeleksiannya dilakukan oleh sistem dengan berkeadialan dan transparan. “Ya bagaimana juga kita harus mengikuti aturan ditrerapkan PPDB ini cukup bagus dan transparan, karena yang menyeleksi adalah sistem yang bekerja. Namun tentunya bagi calon siswa yang belum mendapat kesempatan diterima di SMAN 20 Batam, jangan putus asa karena masih banyak sekolah swasta yang lebih bagus lagi dengan biaya terjangkau,” ucapnya.