Jalan Pelantar Beton Takari Memprihatinkan

(yudi/haluankepri.com)

(yudi/haluankepri.com)

ANAMBAS (HK) – Jalan Pelantar Beton Takari kondisi kini memprihatinkan. Jalan yang menjadi akses penghubung bagi masyarakat ke kota Tarempa mulai berlubang dan ada yang retak. Bahkan di bagian bawahnya sudah mulai keropos karena banyak besi yang putus. Diketahui, dengan lebar hanya dua meter, jalan tersebut dibangun pada saat Anambas masih bergabung dengan Natuna.

Edy Londo, salah seorang masyarakat mengatakan, kondisi jalan ini mulai terjadi beberapa bulan belakangan. Hal ini membuat masyarakat terpaksa menutup jalan tersebut dengan tong sampah sebagai tanda.

“Kalau kita lihat dari atas hanya satu lobang yang menganga, namun demikian apabila kita menjenguk kebawah maka akan memprihatinkan kondisinya,” ujar Edy, Minggu (7/7/2019).

Ia menjelaskan, untuk bagian bawah pelantar beton, terdapat beberapa tiang yang putus sehingga pelantar tersebut bergantung dan ini sangat riskan.

“Untuk konstruksi bagian bawahnya sudah banyak yang putus, ini yang memicu keretakan pada jalan tersebut,” jelasnya.

Sejatinya jalan tersebut sudah tak mampu untuk dilewati oleh beban yang berat, berlobangnya jalan kemarin itu disebabkan oleh osa yang melintas melebih beban muatan. Namun, ucapnya, itu tidak bisa disalahkan, karena akses jalan ini merupakan akses utama, jadi memang jalur yang harus dilewati oleh tosa.

“Jalan ini merupakan akses untuk mengangkut sembako, sehingga setiap hari harus dilewati beban yang berat,” katanya.

Masih kata dia, selain jalan Takari ini, juga terdapat jalan beberapa gang yang sudah mulai keropos. Untuk itu ia meminta kepada pemerintah melalui dinas PUPR untuk segera menganggarkan pembangunan jalan ini, pada APBDP nanti.

“Sebelum ambruk dan memakan korban, hendaknya pemerintah segera membangunnya. Kemarin memang ada orang PU yang datang mengukur, namun sampai saat ini belum terealisasi,” pungkasnya.(yud)

(Visited 87 times, 2 visits today)