BC: Kapal Penyelundup Kian Canggih

KARIMUN (HK) – Petugas patroli laut Bea Cukai terus berupaya menggagalkan upaya penyelundupan barang-barang impor maupun ekspor ilegal. Namun, disisi lain para penyelundup juga makin meningkatkan pengetahuan mereka. Bukan hanya modus yang makin beragam tapi juga kapal yang mereka gunakan semakin canggih.

“Kasus impor ilegal dari tahun ke tahun bukannya menurun malah semakin meningkat. Peningkatan itu tidak hanya disertai dari jenis barang dan modus tapi dari fasilitas atau sarana pengangkut yang mereka miliki,” ungkap Kepala Kanwil DJBC Khusus Kepri, Agus Yulianto saat ditemui usai penutupan Operasi Jaring Sriwijaya III.

Kata Agus, saat ini para penyelundup menggunakan kapal jenis high speed craft (HSC) yang dulunya hanya menggunakan mesin 4 tapi sekarang malah menggunakan mesin 8. Dengan tingginya kecepatan mesin kapal yang mereka miliki. Terkadang, membuat petugas Bea Cukai kesulitan mengejar kapal mereka.

Bukan hanya itu, ketika petugas Bea Cukai meningkatkan dari sisi teknologi, penyelundup juga tak mau kalah. Mereka terus meningkatkan teknologinya. Bahkan, para penyelundup berupaya untuk memonitor pergerakan petugas yang tengah melakukan patroli di lapangan. Akan tetapi, petugas Bea Cukai bisa memainkan berbagai strategi untuk menangkap penyelundup.

“Memang kita tidak mungkin mengikuti teknologi yang mereka miliki, seperti mesin HSC, karena keterbatasan anggaran negara. Namun, yang bisa kita lakukan adalah menerapkan pola operasi strategi dan akhirnya bisa mengatasi itu. Kita telah melaunching sistem aplikasi manajemen patroli laut,” ujar Agus.

Dijelaskan, sistem aplikasi manajemen patroli laut tersebut bisa betul-betul merencanakan atau mengendalikan operasi bahkan evaluasi dari sistem. Sistem itu akan terus dikembangan untuk menekan penyelundupan di Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Agus juga menjelaskan, saat Operasi Patroli Laut Terpadu Jaring Sriwijaya III yang dimulai sejak 26 Mei hingga 30 Juni 2019. Operasi selama lebih dari satu bulan itu cukup membuahkan hasil. Petugas patroli laut Bea Cukai berhasil menggagalkan 27 kasus penyelundupan.

“Selama Operasi Patroli Laut Terpadu Jaring Sriwijaya III. Kami berhasil menindak 27 kasus kepabeanan. Kemudian, terdapat 22 sarana pengangkut yang kewajiban kepabeanannya tidak selesai, maupun barang yang masuk dalam kategori larangan atau pembatasan dari pihak terkait lainnya,” jelasnya.

Menurut dia, barang milik negara yang bekas cegahan tersebut terdiri dari makanan, pakaian maupun barang elektronik yang statusnya siap dimusnahkan. Dari barang tangkapan tersebut, terdapat barang elektronik berupa handphone jenis terbaru, seperti iPhone XS Max, Xiomi 8, Samsung, dan jenis terbaru lainnya, serta software asli.

Dijelaskan, perkiraan nilai barang yang ditindak tersebut sebesar Rp47,3 miliar serta potensi kerugian negara sebesar 41,7 miliar. Dengan besarnya penyelamatan kerugian negara, maka Bea Cukai berharap agar masyarakat selalu memberikan dukungan baik kepada instansi pemerintah agar menjadi lebih baik lagi. ***

(Visited 22 times, 1 visits today)