Diduga Surat Domisili “Dimainkan” Oknum untuk Proses Zonasi

(dedi/haluankepri.com)

(dedi/haluankepri.com)

BATAM (HK) – Untuk penerimaan peserta didik baru (PPDB), diduga ada oknum tertentu memanfaatkan surat domisili supaya bisa memasukkan calon siswa baru ke sekolah yang dituju.

Hal tersebut diduga pihak SMAN 5 Batam saat melampirkan berkas anak-anak yang dibawa oknum tertentu. Karena melalui surat domisili tersebut oknum malah memaksakan calon siswa itu dimasukkan ke sekolah tersebut.

Bahtiar, Kepala sekolah SMAN 5 kota Batam menduga adanya surat domisili yang dipermainkan. Hal ini memang ada didengar dari warga sekitar. Namun ditegaskan pihaknya tak memiliki wewenangan untuk menyelidiki hal ini. Karena untuk PPDB tersebut, semua urusan zonasi ini di bawah naungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kepri.

“Sebenarnya, pembuktiannya yang penting, hal ini saya ada dengar dari warga sekitar, akan tetapi hanya saja kita belum bisa memastikannya. Makanya, pihak Disdik sempat katakan verifikasi ulang,” ungkapnya kemarin.

Sementara, Chandra, salah seorang wali murid mengaku kecewa dengan sistem zonasi PPDB. Menurutnya, banyak warga yang disinyalir bermain dengan surat domisili, agar jarak rumah dan sekolah menjadi dekat. Padahal mereka bukan termasuk warga di wilayah zonasi yang tertampung sekolah.

“Jadi, kami minta tolong diverifikasi ulang, kalau memang warga tersebut jarak rumahnya memang jauh dengan sekolah, mohon diambil kebijakan. Bisa saja domisili dipermainkan,” ujarnya di lokasi SMAN 5, Sabtu (6/7/2019).

Diketahui, sebanyak 2000 lebih calon peserta didik kota Batam diprediksi tak tertampung sekolah dalam sistem zonasi. Hal ini menjadi ketakutan tersendiri bagi pihak keluarga.

Bahkan dengan sistem zonasi tersebut banyak warga yang menyampaikan keluhan. Sedangkan, rumah mereka hanya berjarak 600 meter ke sekolah, tetapi tak tercover dalam sistem zonasi tersebut. (ded)

(Visited 31 times, 1 visits today)