Judi Dadu Resahkan Warga Tanjungriau – Warga Desak Ditutup Total

Suasana di depan Gedung PT Unisem baru-baru ini. NET

SEKUPANG (HK) — Keberadaan judi dadu yang muncul belakangan ini di wilayah Tanjungriau, Sekupang, mulai memunculkan keresahan warga. Pasalnya, warga khwatir akan berbagai dampak negatif yang bisa ditimbulkan.

Maslina, salah seorang warga sekitar mengeluhkan lokasi judi yang terdapat di wilayah Marina dan sekitatnya. Terlebih menurutnya ketika ada keramaian.

“Keberadaan judi dadu sangat meresahkan, kami khawatir generasi kami terjerumus, kami minta pihak berwajib menutup lokasi judi itu,” tegas IRT, yang diamini warga lainnya saat itu.

lebih lanjut, dia menjelaskan, judi tersebut sebelumnya beroperasi tak setiap hari, tapi di jam-jam tertentu saja. Namun belakangan ini aktivitasnya meningkat, ditandai dengan banyaknya sepeda motor keluar masuk ke lokasi judi dadu tersebut.

Sementara itu, Louis, warga lainnya mengaku sangat resah akan keberadaan judi tersebut. Mereka khawatir efeknya akan berimbas ke banyak hal, mulai dari rusaknya generasi muda dan merusak rumah tangga.

Oleh karena itu, warga sangat meminta dan berharap Polsek Sekupang yang di bawah komando Polresta Barelang bisa menanggapi keluhan warga tersebut.

“Kalo dibiarkan, saya khawatir akan merusak generasi muda dan yang paling berbahaya sekali merusak rumah tangga karena judi itu penyakit yang sangat sulit mengobatinya,” pungkasnya

Menanggapi hal tersebut, Lurah Tanjung Riau, Sekupang, Agus Sofyan membenarkan jika dirinya mendengar warganya sering mengeluhkan adanya perjudian dadu tersebut. Selain bentuk perjudian itu, pihaknya pun menolak adanya penyakit masyarakat seperti narkoba dan bentuk lainnya.

Oleh karna itu, katanya, dalam waktu dekat, pihaknya bersama pemuka agama dan tokoh masyarakat akan melakukan rapat dan mencari solusi cepat memberantas keberadaan judi dadu. Selain mendukung aparat hukum untuk bertindak tegas.

“Iya bang, benar adanya begitu. Oleh karuna itu kami akan mengundang pemuka agama dan tokoh masyarakat untuk membahas bentuk perjudian tersebut. Warga pun sangat menolak keras adanya bentuk perjudian di wilayah Sekupang ini,” kata Agus.

Saat ditanya mengenai beberapa titik tempat perjudian dadu, Agus pun tak mengetahui pasti, melainkan hanya musiman saja. “Saya tak tahu pasti berapa titik lokasi dadu, tapi musiman saja,” paparnya kembali, Minggu (7/7) saat dikonfirmasi via Whatsapp.

Kemudian ketika ditanya mengenai bentuk praktik gelanggang perjudian (Gelper), Lurah Tanjung Riau pun juga tak mengetahui. Namun ia menyatakan jika keberadaan gelper tersebut hanya di komplek Merlion Square. Itu pun hal ini akan dibahas dengan lurah Tanjung Uncang Kecamatan Batuaji.

“Kalo mengenai gelper tak ada diruang lingkup saya. Yang saya tahu hanya di komplek Merlion Square saja. Dan itu pun saya akan undang Lurah Tanjung Uncang, Kecamatan Batuaji untuk bahas hal tersebut,” terangnya. (ded)