Operator Belum Tertarik Kelola Berakit

KONDISI PELABUHAN - Benilah kondisi terkini Pelabuhan Internasional Tanjung Berakit di Kecamatan Teluk Sebong, yang belum dioperasikan karena pihak operator yang tak berminat mengelola pelabuhan tersebut, foto diambil, Senin (8/7). Foto HK oleh Oki Alexander

BINTAN (HK) – Sampai dengan saat ini, pelabuhan internasional Tanjung Berakit di Kecamatan Teluk Sebong, belum juga beroperasi. Salah satu penyebabnya dikarenakan belum ada operator yang tertarik mengelola pelabuhan itu.

Ketua kamar dagang dan industri Indonesia (Kadin) Bintan, Edi Surbakti mengaku pihaknya sudah berkali-kali usaha menawarkan pengelolaan pelabuhan tersebut kepada pengusaha dibidang pelayaran. “Sudah (ditawarkan), tapi mereka mundur,” ujar Edi, Senin (8/7) di Tanjunguban.

Pelabuhan yang berada diujung pantai timur pulau Bintan itu sudah beberapa tahun lalu siap dikerjakan, mulai dari terminal penumpang hingga sarana prasarana lainnya. Namun, sampai sekarang belum juga bisa dioperasikan.

Masalah yang menjadi momok bagi para calon operator dikarenakan pada saat memasuki musim utara, alur kapal kerap kali mengalami pendangkalan. Untuk memperbaiki pendangkalan, biayanya sangat mahal. “Kalau pelabuhan mereka ok, hanya soal musim angin utara saja yang menjadi masalah. Karena bisa sampai 4 bulan,” katanya.

Kendala ini tentu menjadi persoalan pokok mengapa pelabuhan itu tak beroperasi. Sebab, sebagai pengusaha tentunya ada perhitungan agar usahanya tetap berkelanjutan. Ia sendiri tak tahu kapan pelabuhan itu akan beroperasi, usaha Kadin Bintan untuk mempromosikan pelabuhan tetap dilakukan meskipun belum ada yang berminat.

Sekilas informasi, pelabuhan yang dibangun pada tahun 2010 silam itu dengan nilai anggaran mencapai Rp 60 miliar, hingga saat ini masih menjadi bangunan tak berfungsi. Semak belukar juga memenuhi area pelabuhan, bahkan beberapa bagian bangunan pun tampak mulai usang. (oxy)

 

(Visited 25 times, 1 visits today)