IKA FK Unand Kepri Khitan Massal 100 Bocah

Tek Foto : IKA FK Unand Kepri bersama HJN Kepri, menggelar khitanan massal kepada 100 orang bocah, di SDN 01 Seibeduk, Selasa (09/07) pagi. Foto: Nov Iwandra/Haluan Kepri

BATAM (HK) – Meningkatkan kepedulian sosial di masyarakat, Ikatan Keluarga Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (IKA FK Unand) Kepri menggelar khitanan 100 orang bocah, Selasa (9/7) pagi, di ruangan Kelas SDN 01 Sei Pancur Kecamatan Seibeduk.

Kegiatan bakti sosial yang digagas para dokter alumni Unand Padang, Sumatera Barat itu, bekerjasama dengan Hulubalang Junjung Negeri (HJN) Kepri beserta BKMT Kecamatan Seibeduk, dikhususkan kepada keluarga yang kurang mampu.

Ketua Panitia Baksos Sunatan Massal, dr Hari Fajri mengungkapkan, kegiatan ini merupakan agenda rutin bagi Alumni IK FK Unand Padang
yang diselenggarakan di setiap 6 bulan sekali.

“Alhamdulillah, kegiatan Baksos ini dapat kami gelar secara rutin, di setiap 6 bulan sekali. Dan untuk kali ini, kami (IKA FK Unand), menggelar kegiatan khitanan massal terhadap 100 orang
bocah laki laki, yang berasal dikeluarga kurang mampu, di Kecamatan Seibeduk,” ucap dr Hari, Selasa siang kemaren.

Untuk teknis pelaksanaan, sebutnya, dilakukan oleh tim dokter dari Dinas Kesehatan, RSUDEF, Puskesmas beserta kawan kawan dokter yang tergabung dalam HJN Kepri.

“Untuk kegiatan khitanan massal ini dilakukan oleh 50 orang dokter, yang dibantu oleh bidan dan perawat. Sehingganya, bisa terselenggara dengan baik dan lancar,” pungkas dr Hari.

Penanggungjawab kegiatan Sunatan Massal yang sekaligus Ketua IKA FK Unand Kepri, dr Azwan Mandai Sp, THT, PL mengungkapkan,
kegiatan bakti sosial ini merupakan sebuah bentuk kepedulian bagi masyarakat, dari IKA FK Unand Kepri, yang berada di Batam.

“Alhamdulillah, keberadaan kami di Batam ini cukup banyak, serta di Kepri pada umumnya,” ungkap dr Azwan Mandai, yang didampingi dr Asmodji Sp Bedah dan dr Salman.

Sebagai masyarakat Batam yang berkarya dan mengabdi di Kepri ini, ucap Azwan, tentu kami harus dapat berbagi kepada sesama dengan program bakti sosial, sebagai bentuk sebuah kepedulian di masyarakat.

“Semoga kegiatan baksos sunatan massal kali ini, diharapkan dapat bermanfaat bagi seluruh masyarakat. Terutama terhadap keluarga yang kurang mampu, sehingga mendapatkan suatu kemudahan untuk anak anak mereka di dalam melakukan Sunnah Rasul (berkhitan) bagi laki laki,” papar Ketua IKA FK Unand Kepri ini.

Insya Allah, imbuhnya, kalau tidak ada sesuatu yang menghalang, 6 bulan kedepan kami akan melakukan bakti sosial kembali, di kecamatan yang lain, khususnya diseluruh Kota Batam ini.

Ketua HJN Kepri, dr Didi Kusmarjadi Sp. Og yang sekaligus Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam menambahkan, kegiatan bakti sosial sunatan massal ini menun­jukkan peran alumni FK Unand dengan sebuah lesensi bermanfaat.

Begitu juga untuk keberadaan dari Organisasi Sosial HJN Kepri, terkait keterlibatanya dalam kegiatan khitanan massal, yang mengandung nilai keagamaan, sosial serta nilai kesehatan.

“Kalau dalam hubungan dengan agama Islam, khitanan itu wajib bagi laki-laki. Selain itu juga memiliki nilai pendidikan untuk kesehatannya juga,” ujar dr Didi Kusmarjadi, didampingi para pengurus HJN Kepri.

Apalagi, tambahnya, dalam momentum liburan sekolah, sehingga dapat terselenggara dengan baik dan tidak mengganggu kegiatan sekolah.

“Semua biaya khitanan massal gratis. Peserta juga mendapatkan bingkisan berupa tas untuk sekolah. Sedangkan untuk proses pemeriksan bocah yang di khitanan ini, kami limpahkan ke Puskesmas Seibeduk,” pungkas Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam ini.

Sementara itu, Rahmat dan Ragil mengatakan, mereka sangat senang karena sudah bersunat dan ternyata tidak sakit seperti yang sudah dia bayangkan sebelumnya.

“Terimakasih pak dokter, sekarang saya sudah berkhitan. Sehingga, telah mengikuti tuntunan Sunnah Rasul Muhammad SAW,” ungkapnya.

Diungkapkan mereka, awalnya kami ini sangat takut karena akan di potong itunya. Sehingga sempat menangis dan meringis sebelum pak dokter memotong itu kami.

“Makanya, dengan membaca ayat Al Quran kecang kencang tadi, ternyata tidak terasa. Yang ada seperti digigit semut api saja kok,” kata Rahmat dan Ragil, meringis. (vnr).

(Visited 93 times, 1 visits today)