Isi Kuota Kekosongan Jalur Prestasi dan Perpindahan Siswa – Untuk Calon Siswa yang Tak Ditertampung di SMA dan SMK Negeri

Kadisdik Provinsi Kepri, M Dali, memberikan penjelasan kepada orang tua calon siswa yang tak tertampung di SMA dan SMK negeri. Dali saat itu usai menghadiri pertemuan antara Gubernur Kepri Nurdin Basirun bersama orang tua calon siswa di dataran Engku Putri, Senin (8/7). IST

BATAM (HK) – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepri, Dr Muhammad Dali, mengatakan sejumlah SMA maupun SMK negeri di Batam masih terdapat rencana daya tampung (RDT) siswa untuk kuota jalur akademik dan non akademik, serta jalur perpindahan siswa pada PPDB zonasi tahap 1 yang telah berlangsung. Untuk itu bagi calon siswa yang tidak diterima bisa mengisi kekosongan RDT tersebut.

“Kita sudah data RDT semua sekolah. Dan dari hasil seleksi PPDB tahap 1 ini, ternyata memunculkan kekurangan RDT untuk jalur prestasi dan perpindahan. Makanya yang tidak tetampung diberi kesempatan lagi mengisi peluang itu,” ujar Dali usai menghadiri pertemuan orang tua calon siswa yang tak tertampung bersama Gubernur Kepri, Nurdi Basirun di Dataran Engku Putri, Batam Centre, Senin (8/7).

Diakui Dali, bahwa peluang calon siswa yang tidak diterima bisa masuk kembali pada SMA dan SMK negeri ini sangat kecil dalam mengisi kekosongan kedua kuota tersebut. Maka dari itu, mekanisme penerimaan PPDB tahap 2 nanti harus keluar dari semua zonasi, yakni mengunakan zonasi bebas yang mekanismenya akan diatur nanti.

“Kecuali yang kekurang RDT paling banyak di maindland ini hanya pada SMAN15 Batam sekitar 70 siswaan. Berbeda dengan SMA di hinterland, hampir semua sekolah kekuranagan calon siswa. Makanya untuk zonasi PPDB tahap 2 di maindland ini, kita gunakan zonasi bebas yang tadinya 8 zonasi digabung jadi 4 zonasi,” kata Dali.

Dijelaskan Dali, bahwa sesuai perintah dari Gubernur Kepri pada PPDB tahap kedua ini akan ada penambahan lagi 2 rombongan belajar (rombel) dengan kuota 72 siswa masing-masing diisi 36 siswan atau disesuikan dengan situasi yang ada. Maksud disesuaikan situasi yang ada, yakni bahwa calon siswa yang diterima jangan sampai dipaksakan dan terjadi penumpukan disalah satu sekolah. Hal ini dinilai Dali tidak baik, karena anak didik nantinya tidak bisa belajar.

Dicontohkan Dali seperti terjdi di SMAN 23 Batuaji, RDT diterima hanya 72 siswa, dan yang ditolak mencapai 500 calon siswa lebih. Namun dari hasil kesepakatan masyarakat bersedia untuk membantu menyewakan gedung disebelah sekolah untuk pinjam pakai sebanyak 5 rombel dikali 36 siswaan.

“Dari 500 calon siswa yang ditolak itu diterima hanya 180 siswaan, jadi yang 300 calon siswa lebih bisa bergeser mengisi kekosongan di sekolah lain. “Hari ini (Senin,red) pak Gubernur menyampaikan yang difasilitasi pak Walikota Batam, bahwa PPDB akan dibuka lagi pada tahap 2 dan tahap 3. Makanya masyarakat Batam harus berterima kasih kepada dua tokoh ini. Kalau Disdik dalam hal ini hanya menjalankan perintah dari kepala daerah,” jelasnya.

Untuk itu masyarakat tak perlu lagi ragu apa yang telah diintruksikan Gubernur Kepri maupun Walikota Batam, karena semua calon siswa yang tidak diterima akan terakomodir. ” Tadi saya dengar ada masyarakat yang ragu dengan pernyataan Pak Walikota Batam dan pak Gubernur Kepri. Saya pikir jangan ragu, karena beliau adalah kepala daerah sudah menyampaikan pesan kepada masyarakat, saya disini sebagai Disdik tentunya harus menjalankan perintah kebijakan dari pak Gubernur tadi,” kata Dali.

Kendati demikian, bila nanti dalam prosesnya baik pada PPDB tahap 2 maupun tahap 3 belum juga terselesaikan, maka masyarakat perlu memakluminya juga, karena masih banyak sekolah swasta yang lebih bagus lagi dan murah.

“Kalau semua siswa diterima masuk ke sekolah negeri, nanti sekolah swasta akan marah doang karena tidak ada murid barunya yang mendaftar. Makanya kemarin kami tidak berani berkomentar karena belum ada perintah pak Gubernur. Nah sekarang ada perintah, saya suka tidak suka berat atau ringan tetap harus diterima, ini konsekwensi dari pada tugas sebagai pejabat implementor dari pemerintah,” ucapnya lagi. (men)