Oknum Calon Wartawan Jadi Kurir Narkoba

KOMBES Pol Hengki, saat ekspos di Pendopo Satnarkoba Polresta Barelang.Foto:Nov Iwandra/Haluan Kepri.

BATAM (HK) – Oknum calon wartawan (CW) di sebuah Media Online yang bertugas di Bintan, Hadi Trisutanto dibekuk Satnarkoba Polresta Barelang, Kamis (04/07) malam, karena nekat menjadi kurir narkotika yang dibawanya dari Negara Malaysia.

Penangkapan terhadap tersangka dilakukan di Pelabuhan Tikus Kampung Tering Bay Nongsa di atas kapal TKI yang baru tiba dari Malaysia, Kamis (4/7) dini hari, sekitar pukul 03.00 WIB, dengan barang bukti (BB),sebanyak 893 gram sabu, yang disembunyikan dalam tas ransel.

Kapolresta Barelang, Kombes Pol Hengki SIK mengatakan, penangkapan terhadap oknum wartawan online SK, berdasarkan informasi dari masyarakat. Kemudian, dikembangkan.

“Tersangka Hadi Trisutanto, kita amankan saat turun ke darat dari kapal TKI yang baru datang dari Malaysia dengan BB sebanyak 893 gram sabu, yang disembunyikan didalam tas ransel,” kata Kombes Pol Hengki, Selasa kemaren saat
ekspos di Pendopo Satnarkoba Polresta Barelang.

Berdasarkan pemeriksaan penyidik, diketahui, pelaku merupakan reporter salah satu media di Bintan, yang di minta oleh seseorang warga negara Malaysia, bernama Kalibun.

“Pengungkapan kasus merupakan kerja sama antara Ops Satreskrim dengan Satres Narkoba Polresta Barelang, setelah mendapatkan info dari masyarakat,” ungkap Hengki, didampingi Kasatres Narkoba, AKP Abdul Rahman, serta Kasat Reskrim, AKP Andri Kurniawan.

Dijelaskan Hengki, modus pelaku dengan cara membawa barang haram tersebut dari Negara Malaysia ke Batam ini melalui pelabuhan tikus yang menggunakan kapal penyelundupan TKI.

“Informasi kedatangan si pelaku diketahui oleh Opsnal Satreskrim dan dilakukan pengecekan ke lokasi bersama Satres Narkoba. Begitu tiba di lokasi, didapati adanya pelaku. Nah, ketika digeledah itu, kami temukan barang bukti sabu sebanyak 893 gram,” jelasnya.

Dari pengakuan pelaku lanjutnya, barang bukti dibawanya atas perintah seorang bandar yang ada di Malaysia bernama Kalibun. Kemudian, barang akan diserahkan pada seseorang yang belum disebutkan namanya.

“Karena kita lebih dulu mengamankan HT saat tiba di Batam, sehingga belum diketahui siapa penerimanya. Bisa saja itu kilahnya serta akan diedarkan sendiri,” lanjut Hengki.

Sejauh ini, imbuhnya, kepada tersangka masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut, untuk bisa mengetahui aksi aksi mafia yang lainnya.

“Tersangka Hadi Trisutanto, dijerat Pasal 114 ayat (2) junto Pasal 112 ayat (2) UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dan terancam hukuman 20 tahun penjara, seumur hidup atau hukuman mati,” pungkasnya.(vnr).

(Visited 85 times, 1 visits today)