Perdana, JCH Dibekali Gladi Posko

Bupati Bintan Apri Sujadi memakaikan kopiah kepada Safriyanto (39) jemaah termuda asal Bintan Utara pada acara pembekalan haji di Aula Kantor Bupati Bintan, Selasa (9/7/2019). (okialexander/haluankepri.com)

Bupati Bintan Apri Sujadi memakaikan kopiah kepada Safriyanto (39) jemaah termuda asal Bintan Utara pada acara pembekalan haji di Aula Kantor Bupati Bintan, Selasa (9/7/2019). (okialexander/haluankepri.com)

BINTAN (HK) – Untuk kali pertama, Jamaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Bintan dibekali dengan simulasi gladi posko. Terobosan perdana ini dilakukan agar jmaah memahami kondisi mulai dari turun bandara hingga serangkaian ibadah di tanah suci.

Plt Kabag Kesra Setdakab Bintan, Indra Gunawan, menjelaskan, gladi posko dilakukan agar JCH tidak tersesat dan tepat saat beribadah di tanah suci. Simulasi yang akan diberikan mirip seperti kondisi di tanah suci.

“Biasanya kan hanya manasik haji saja, tapi tahun ini kita lakukan simulasi gladi posko untuk jamaah calon haji,” ungkap Indra disela-sela pembekalannya di Aula Kantor Bupati Bintan, Selasa (9/7/2019).

Menurutnya ini sangat penting, sehingga jamaah bisa memahami kondisi rangkaian ibadah selama di Mekah.

“Apalagi jamaah kita kan banyak yang resti (resiko tinggi), kalai hanya teori saja gak cukup, harus praktek,” timpalnya.

Ia menyebutkan, total JCH asal Kabupaten yang akan diterbangkan melalui Batam pada 21 Juli mendatang berjumlah 97 orang terdiri dari 43 laki-laki dan 54 jemaah perempuan.

Jamaah terbanyak berasal dari Bintan Timur dengan jumlah 43 orang, kemudian dari Bintan Utara berjumlah 31 orang, Toapaya 8 orang, Gunung Kijang 7 orang, Bintan Pesisir 3 orang, Teluk Bintan 3 orang dan Teluk Sebong 2 orang.

“Jadi hasil final dari kementrian agama jumlahnya 97 (sebelumnya 88 orang) itu hasil final dari kementrian,” sebutnya.

Rencananya, para JCH akan menjalani serangkaian simulasi pada saat pembekalan yang masih berlangsung saat ini, seperti gladi posko, manasik haji hingga pembekalan mengenai teori-teori. (oxy)