Polisi Amankan 3 Unit Motor Knalpot Racing

ANGGOTA polisi menunjukkan barang bukti tiga unit motor.Nov Iwandra/Haluan Kepri

]

BATAM (HK) – Tiga Unit sepeda motor berknalpot racing atau bobokkan, diamankan Polisi Sektor (Polsek), Kecamatan Seibeduk, ketika menggelar kegiatan Cipta Kondisi (Cipkon), Senin (08/07) malam, di TKP Seipancur.

Pasalnya, keberadaan sepeda motor racing itu telah meresahkan masyarakat dan kebisingan pada lingkungan perumahan dan mengganggu kepada pengendara serta pengguna jalan raya.

Kapolsek Seibeduk, AKP Joko Purnawnto MH mengatakan, pengamanan serta penahanan terhadap sepeda motor berknalpot racing atas laporan dari masyarakat yang telah resah dan sangat terganggu dengan aksi para remaja itu.
Sehingga dilakukan suatu penindakkan secara tegas, karena terdapat sebuah pelanggaran.

“Polisi berhak menilang setiap kendaraan bermotor ini, yang memiliki knalpot tidak sesuai standar. Lantaran sebuah bentuk pelanggaran tidak memenuhi persyaratan teknis, lalulintas serta ketertiban umum,” kata AKP Joko, Selasa (09/07) siang, di Polsek Seibeduk.

Artinya, ujar Kapolsek, setiap pengendara yang mengemudikan sepeda motor di jalan raya dengan tidak memenuhi persyaratan teknis dan tidak layak jalan, bisa dipidana paling lama satu bulan penjara atau denda paling banyak Rp 250.000.

“Hal ini sesuai Pasal 285 Ayat 1 UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan,” ungkapnya.

Diterangkan AKP Joko, tsandar tingkat kebisingan knalpot telah diatur dalam Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 7 Tahun 2009 tentang Ambang Batas Kebisingan Kendaraan Bermotor Tipe Baru.

“Maka untuk motor 80 cc sampai 175 cc maksimal bising 83 dB dan motor di atas 175 cc maksimal bising 80 dB. Sebagaimanaa diatur dalam Pasal 48 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan,” terangnya.

“Maka setiap kendaraan bermotor yang dioperasikan di jalan raya harus sesuai dengan kondisi yang sebenarnya serta memenuhi persyaratan teknis dan layak jalan. Sehingganya, spefikasi teknis tidak boleh bertentangan,” katanya.

Dan pada Pasal 48 Ayat 1 berbunyi setiap kendaraan bermotor yang dioperasikan di jalan harus memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan,” jel.

Persyaratan teknis tersebut terdiri atas dari susunan, perlengkapan, ukuran, karoseri, rancangan teknis kendaraan sesuai dengan peruntukannya, pemuatan, penggunaan, penggandengan kendaraan bermotor, dan/atau penempelan kendaraan bermotor.

Sementara persyaratan layak jalan terdiri dari emisi gas buang, kebisingan suara, efisiensi sistem rem utama, efisiensi sistem rem parkir, kincup roda depan, suara klakson, daya pancar dan arah sinar lampu utama, radius putar, akurasi alat penunjuk kecepatan, kesesuaian kinerja roda dan kondisi ban, dan kesesuaian daya mesin penggerak terhadap berat kendaraan.

Terkait agenda Cipkon, ungkapnya, kami lakukan secara rutin, untuk mengantisipasi tindak kejahatan C3 dan Balap Liar (Bali).

“Yaitu, Curat, Curas dan Curanmor (C3) dan Balap Liar. Mudah mudahan dengan Cipkon ini, gangguan Kamtibmas dapat diatasi dengan baik. Selain itu, diharapkan bisa meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga keamanan dengan kondusif, dilingkungan nya masing masing,” pungkas AKP Joko.(vnr).

(Visited 22 times, 1 visits today)