Semua Calon Siswa Diakomodir – Disdik Buka PPDB Tahap 2 dan 3

ADAKAN PERTEMUAN - Gubenur Kepri, Nurdin Basirun, didampingi Walikota Batam, Rudi, mengadakn pertemuan dengan ribuan orang tua murid yang anaknya tak tertampung pada PPDB zonasi. Pertemuan ini diadakan di dataran Engku Putri, Batam Centre, Senin (8/7). Gubernur ketika itu menjamin semua calon siswa akan diterima di SMA dan SMK negeri. IST

BATAM (HK) – Gubenur Kepri, Nurdi Basirun, besama Walikota Batam Rudi menjamin semua calon siswa yang mendaftar ke SMA dan SMK negeri akan diterima. Dengan demikian, bagi calon siswa yang tidak diterima akan diakomodir lagi pada PPDB tahap 2 yang akan dibuka pada tanggal 9 dan 10 Juli besok.

“Kita akan cari solusi, semua harap tenang. Saya akan mengupayakan semua anak ibu dan bapak bisa tertampung semua,” ujar Gubernur Kepri, Nurdin Basirun dihadapan ribuan orang tua calon siswa yang tidak diterima pada PPDB SMA dan SMK negeri di Kota Batam saat mengadakan pertemuan di Engku Putri, Senin (8/7).

Nurdin sendiri mengaku kaget bila ada ribuan calon siswa tidak diterima masuk ke SMA dan SMK negeri di Kota Batam ini. Namun demikian, ia akan mengupayakan agar semua anak di Batam ini mendapatkan kesempatan bersekolah di sekolah negeri. Karena kata dia, semua anak berhak mendapatkan pendidikan yang layak. Maka dari itu tugas pemerintah menyiapkan sarana dan prasarana pendidikan yang dibutuhkan.

Nurdin juga ketika itu memerintahkan kepada kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepri, M Dali, untuk mengakomodir semua siswa pada PPDB tahap 2 ini.

“Saya perintahkan kepada Disdik untuk mengupayakan bisa tertampung semua anak di sekolah negeri. Terkait caranya, sementara ini ditambahlah ruang belajar lagi. Masalah ketersediaan guru, itu urusan pemerintah tidak ada masalah,” kata Nurdin sekali lagi dihadapan ribuan orangtua calon siswa.

Menurut Gubernur, bahwa segala persoalan pasti akan ada solusinya. Untuk itu ia meminta seluruh orang tua murid harap tenang dan bersabar hingga persoalan ini terselesaikan. Karena penerapan PPDB zonasi ini, kata dia, merupakan kebijakan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), namun pemerintah daerah juga punya kewajiban menyelesaikan setiap persoalan yang muncul.

“Kita akan berusaha sebaik mungkin melayani masyarakat. Setelah Walikota Batam, pak Rudi menelepon, dan pak Kadisdik juga melaporkan tentang PPDB zonasi ini, pasti ada kita carikan solusinya. Jadi intinya untuk rakyat, jiwa dan raga akan kita korbankan,” ucap Nurdin.

Untuk itu Nurdin berencana menambah jumlah SMA dan SMK negeri di Batam. Namun untuk sementara waktu sebagai solusi dalam menyelesaikan persaolan PPDB ini, tentunya dengan penambahan ruang kelas baru (RKB) dulu. “Tahun depan kita upayakan menambah sekolah unit baru (USB). Karena kita lihat dari tahun ke tahun calon siswa makin membludak. Hal ini menunjukkan Batam semakin maju, jadi semakin banyak orang beraktivitas di Batam untuk mencari rezeki. Apalagi pak Walikota Batam membuat Batam semakin cantik, jadi banyak masyarakat tertarik ke Batam ini,” kata Nurdin lagi.

Sementara Aisyah orang tua calon siswa yang hadir saat itu mengaku lega setelah mendengar penjelasan dari Gubernur Kepri dan Walikota Batam. Ia sebelumnya mengaku bingung karena anaknya tertolak mendaftar ke SMAN 3 Batam. “Lega saja dengarnya, Tapi saya belum yakin apakah nanti benar-benar anak saya bisa masuk ke SMAN 3 Batam ini, karena yang ditolak ke sekolah itu juga cukup banyak,” aku Aisyah yang masih terlihat bingung.

Pengakuan serupa juga dijelaskan Ratmi yang anaknya ditolak masuk SMAN 3 Batam. Kata dia, daya tampung SMAN 3 Batam terbatas, tentunya yang terakomodir juga sedkit. “Masih ragu saja apa yang diucapkan paka Gubernur tadi, apakah benar SMAN 3 Batam bisa mengakomodir pada siswa yang ditolak. Paling-paling hanya beberapa calon siswa saja yang akan diterima disana itu, gak sampai puluhan,” kata Ratmi lagi. (men)

(Visited 41 times, 1 visits today)