Status Lahan TPU Dipertanyakan

Marzuki, Warga Desa Sungai Ulu, Kecamatan Bunguran Timur. Ia bersama warga lainnya mempersoalkan status lahan kubur.

NATUNA (HK)- Marzuki bersama beberapa warga Dusun 2 Mahligai Desa Sungai Ulu lainya mempertanyakan keberadaan lahan yang dibebaskan oleh pihak desanya pada Tahun 2017 lalu. Dari info yang berhasil dihimpun oleh media ini, lahan tersebut rencananya dipergunakan untuk Tempat Pemakaman Umum (TPU).

Menurut Marzuki, ia dan beberapa warga lainnya mengaku tidak tau dimana lokasi lahan yang telah dibebaskan oleh Pemerintah Desa Sungai Ulu. Dirinya merasa kecewa lantaran tidak pernah mendapatkan jawaban pasti dari pihak desa terkait keberadaan tanah tersebut.

“Menurut pihak desa, tanah tersebut sudah dibebaskan oleh desa dengan anggaran Rp150 juta,” terang Marzuki, Jumat (5/7) lalu di salah satu kedai kopi Sungai Ulu.

Kata Marzuki, keberadaan tanah tersebut juga telah diperiksa oleh pihak Inspektorat Kabupaten Natuna. Dari pemeriksaan tersebut, pihak Pemerintah Desa Sungai Ulu menunjukkan lokasi tanah yang telah dibebaskan, namun bukan pada lokasi yang sebenarnya.

“Saya juga sudah coba mempertanyakan hal ini ke pihak Inspektorat, namun sampai saat ini belum dapat pemberitahuan dari mereka,” ungkapnya.

Terpisah, saat dikonfirmasi terkait masalah ini, Sekretaris Inspektorat Kabupaten Natuna, Suparmi menerangkan bahwa pihaknya akan mempelajari permasalahan ini. Ia segera berkoordinasi dengan auditor bidang terkait.

“Maaf ya, berhubung orang di bidang audit berangkat ke Serasan, kita tunggu saja mereka datang,” terang Suparmi.

Saat media ini mencoba mempertanyakan ke pihak Badan Permusaearatan Desa (BPD) Desa Sungai Ulu Kecamatan Bunguran Timur, ternyata tidak ada satu orang pun yang berada di kantor.

Sampai berita ini diterbitkan, belum dapat keterangan resmi dari pihak terkait, dimana lokasi lahan yang dibebaskan untuk TPU itu.(fat)

(Visited 50 times, 1 visits today)