by

Tambah CCTv Pantau Jalanan Batam – Kapolresta Barelang Sebut CCTv Minim

BATAM (HK) – Kapolresta Barelang, Kombes Pol Hengki mengapresiasi telah Pemerintah Kota (Pemko) Batam yang telah memasang Closed Circuit Television (CCTV) disejumlah persimpangan dan jalan raya di Kota Batam, namun menurutnya jumlah tersebut masih kurang sehingga ia berharap Pemko dapat menambah penyebarannya.

Hal tersebut menyikapi pengungkapan peristiwa kejahatan jambret, yang dialami oleh Warga Negara Asing (WNA) asal Korea, yang hingga saat ini belum terungkap secara tuntas, salah satunya dikarenakan kurang CCTv. Sehingga aktivitas jambret tersebut tidak terekam CCTv.

“Kita berharap Pemko membantu pihak kepolisian untuk pemasangan sejumlah CCTv di beberapa titik guna mendukung keamanan kota, khususnya di tempat-tempat yang rawan kejahatan,” ungkap Hengki, Senin (8/7), di Mapolresta Barelang.

Meski demikian, saat ini Polresta Barelang terus melakukan pengembangan kasus, guna mengungkap secara tuntas peristiwa tersebut.

Dijelaskan Hengki, selama ini keberadaan dari CCTv yang aktif di Batam saat ini bisa di hitung dengan jari, yakni hanya sekitar 20 titik saja yang aktif, sehingga menurutnya tidak maksimal.

“Dengan 20 titik CCTv tersebut, masih belum maksimal untuk memantau kejadian. Apalagi wilayah Batam sangat rawan terhadap tindak kejahatan, ataupun kriminalitas,” terangnya.

Untuk antisipasi, ucap Hengki, kedepan Pemko harus mengoptimalkan keberadaan titik CCTv di Batam, untuk bisa melakukan pemantauan dan pengawasan yang lebih maksimal.

“Artinya, harus ada penambahan CCTv, paling tidak 300 hingga 400 CCTv segera terpasang di sejumlah titik lokasi di Batam ini,” pungkas Kapolresta Barelang.

Kasat Lantas Polresta Barelang, Kompol I Putu Bayu Pati mengatakan, saat ini sudah ada alat CCTv yang digunakan untuk dapat memonitor aktivitas di jalan raya, yang sudah terpasang di beberapa titik lokasi jalan raya. Sehingga bisa melakukan pengawasan dan pemantauan.

“Secara keseluruhan, saat ini ada sebanyak 20 camera CCTv yang telah terpasang di seputar jalanan kota ini. Mulai dari Wilayah Nagoya, di Jodoh, Baloi, Sekupang, Batuampar, Seipanas, Simpang Kabil, Batam Centre dan di Nongsa,” kata Kompol I Putu Bayu Pati, beberapa waktu lalu.

Meski ruangnya minimalis, ungkapnya, namun fungsinya sangat besar. Sebab kita bisa untuk memonitor aktivitas 20 titik lokasi di jalan raya Batam, secara intensif dan baik.

“Disini, ada 3 monitor televisi. Masing-masing monitor dapat menampilkan 20 pemantauan jalur/wilayah arus lalu lintas. Mulai arus lalu lintas persimpangan lampu merah, bundaran, lokasi keramaian, rumah ibadah, di pelabuhan, lokasi rawan kecelakaan, serta di lokasi yang rawan kejahatan,” ungkap Kasat Lantas ini.

“Artinya, jika ada kecelakaan, kemacetan bisa terpantau disini. Begitu juga dengan tindakan kejahatan akan terekam dengan baik,” ungkap Kasat Lantas.

Bahkan tak sampai disitu, ucap I Putu, kamera CCTv pemantau juga sudah secara langsung terkoneksi online, sehingga Kasat Lantas pun bisa melakukan pemantauan arus lewat media telpon selulernya, termasuk melakukan dalam pemutaran gerak CCTv dari jarak jauh dengan cukup menyentuh layar HP.

“Tak sekedar memantu arus lalu lintas, fungsi lain keberadaan CCTv ini, sehingganya dapat merekam dari aksi kriminal jalanan diseputar CCTv ditempatkan. Dengan harapan, jumlah CCTv bisa ditambah sebanyak 30 titik lokasi lagi, agar kita dapat melakukan pengawasan dengan lebih baik,” pungkasnya.

Sementara di ruangan CCTv, Wakasat Lantas Polresta Barelang, AKP Kartijo menerangkan, monitor dan kamera CCTv tersebut menyala selama 24 jam setiap harinya, dengan dijaga oleh anggota Satlantas secara bergantian.

“Dari sini kita melakukan monitoring. Apa yang termonitor di CCTv akan disampaikan kepada personel patroli yang berada di lapangan, agar bisa melakukan pengawasan, penindakkan di saat terjadinya sebuah pelanggaran, kejadian kecelakaan dan kriminalitas di jalan raya,” kata AKP Kartijo.

Seperti contoh, terang Kartijo, ada kecelakaan lalulintas disebuah persimpangan di jalan raya si pengendara yang menabrak tidak mengaku bersalah saat ditanyai petugas, ketika berada di lokasi kejadian.

“Namun berkat rekaman CCTv itu, kan terlihat dengan jelas, siapa yang salah dan melanggar aturan. Awalnya berdalih, begitu lihat rekaman CCTv maka itu menjadi bukti nyata kesalahan oknum warga melanggar aturan lalu lintas,” terangnya.

Termasuklah, ungkap Wakasat Lantas, kondisi cuaca jika terjadi hujan di lokasi CCTv berada sehingga jika kondisi hujan dan terpantau oleh CCTv maka dapat diinfokan ke warga melalui media sosial Satlantas Polresta Barelang, agar pengguna jalan raya lebih berhati-hati.

“Artinya, pemantauan ini dapat langsung serta real time. Sehingga, semua aktivitas yang ada di lokasi CCTv tersebut bisa menjadi patokan,” ungkapnya.

Selain itu, tambah dia, pemasangan CCTv ini tak terlepas peran serta masyarakat yang telah bersedia membantu Satlantas dalam menjaga keamanan dengan baik, selama beraktivitas di jalan raya.

“Kami harapkan, terhadap pemasangan CCTv ini selain meminimalisir kejahatan jalanan dan pelanggaran ketertiban berlalulintas jalan raya seharusnya masyarakat menyadari bahwa dia senantiasa diawasi,” pungkasnya. (vnr)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed