FPI Kukuh Tutup Judi di Hotel

DIALOG FPI - Ketua FPI Karimun, Ustadz Abdul Basith Lubis usai berdialog dengan Polres Karimun. Mereka menolak perjudian di Karimun. ILHAM/HALUAN KEPRI

KARIMUN (HK)-Front Pembela Islam (FPI) Cabang Karimun bersikukuh meminta aparat penegak hukum untuk menutup tempat perjudian yang ada di sejumlah hotel di Karimun. Bagi FPI, menutup tempat perjudian merupakan bagian dari penegakan azam Kabupaten Karimun dan menjalankan amar ma’ruf nahi munkar.

“Kita tetap menegakkan azam Kabupaten Karimun dan amar ma’ruf nahi munkar. Kita meminta aparat penegak hukum agar menutup tempat perjudian. Perjudian itu bukan hanya merusak generasi sekarang, tapi yang lebih dahsyat lagi akan menghancurkan generasi Karimun di masa yang akan datang,” ungkap Ketua FPI Cabang Karimun, Ustadz Abdul Basith Lubis, Selasa (9/7).

Kata Basith, dalam hal penutupan tempat perjudian tetap berangkat dari undang-undang. Leading sektornya sudah jelas aparat penegak hukum dan dibantu oleh komponen masyarakat. Maka atas dasar permintaan dan dukungan masyarakat yang peduli kepada Karimun, tetap meminta perjudian ditutup.

Basith menganalogikan penegak hukum itu seperti seorang imam dalam shalat. Dan masyarakat Karimun adalah makmumnya. Ketika imam lupa baca al fatihah maka makmum wajib mengingatkan. Begitu juga dalam memerangi perjudian di Karimun, ketika penegak hukum lupa, maka sudah tugas masyarakat untuk mengingatkan mereka.

“Makmum yang menghargai imam, makanya kami ingatkan. Kita sampaikan kepada mereka, Pak disitu ada yang membuat keresahan masyarakat. Barangkali mereka lagi banyak urusan, lagi banyak tugas, sehingga kurang perhatian kesitu, ya kita ingatkan, atas dasar permintaan dan dukungan masyarakat yang peduli kepada Karimun, supaya menutup tempat perjudian,” jelas Basith.

Aksi penolakan judi yang dilakukan FPI Karimun ternyata mendapat penolakan dari sejumlah OKP dan ormas yang ada di Karimun. Bukan hanya sekedar tak suka dengan sikap FPI, pihak OKP dan ormas tersebut malah meminta FPI Cabang Karimun dibubarkan. Karena aksi yang dilakukan FPI tak diberitahukan terlebih dahulu kepada mereka.

Basith menilai, sikap yang diterima FPI tersebut bagian dari perjuangan. Pihaknya tidak akan pernah berhenti apalagi mundur untuk memperjuangkan ketika ada kebtahilan yang terjadi di Karimun. Tugas menegakkan yang haq bukan tugas FPI saja, melainkan seluruh umat Islam. Semua komponen masyarakat harus bersatu melalui kendaraan FPI.
“Kalau ada yang tidak suka itu, resiko perjuangan. Nabi itu dalam mengajarkan Islam bukanlah sedikit perjuangannya. Bukan tidak ada perjuangannya, menetes darah dalam perjuangan dan berapa banyak hilang nyawa. Itulah resiko perjuangan. Yang bathil itu akan sirna, ketika yang haq ditegakkan,” ujarnya.

Abdul Basith Lubis mempertanyakan alasan ormas dan OKP di Karimun yang meminta FPI Cabang Karimun dibubarkan. Menurut dia, FPI merupakan organisasi nasional. Kalau seandainya FPI pernah menyalahi undang-undang atau ditangkap aparat ataupun pernah merusak fasilitas masyarakat, mungkin ada alasan FPI dibubarkan.
“Tapi kalau alasan mereka hanya karena legalitas atau mengangkangi ormas disini. Atau ketika kami melakukan suatu tindakan apa mesti dilaporkan dulu kepada mereka, memangnya ada undang-undang yang mengatur seperti itu. Yang benar sajalah. Saya tanya, undang-undang mana yang mengatur ketika kami mengamalkan Al Quran harus melaporkan kepada mereka dulu,” tegasnya.

Basith menyebut, FPI Cabang Karimun memiliki legalitas jelas. Namun, pihaknya memang tidak mau mendaftarkan ke Kesbangpol Kabupaten Karimun. Alasannnya, FPI Cabang Karimun tidak memiliki kepentingan untuk itu. Menurut dia, kalau memang ada pihak-pihak yang ingin membubarkan FPI, maka silakan lakukan.

“Kalau memang ada yang ingin membubarkan FPI, bubarkanlah. Cobalah bubarkan, kalau masyarakat tidak akan memberontak. Kami hanya akan diam saja, cobalah bubarkan kalau tak datang masyarakat disini untuk membela,” pungkasnya. (ham)