Komplotan Judi Song Divonis 6 Bulan Penjara – Sekaligus Majelis Meminta Terpidana Bertaubat

Kelima komplotan judi song saat mendengarkan vonis 6 bulan yang dijatuhkan majelis hakim. IST

BATAM (HK) – Komplotan judi kartu jenis song, masing-masing Muhammad Yusri alias Lembek, Gustiranda alias Jojo, Anita Riyani alias Tete, Idam Alexander alias Alex dan Muhammad Muhajir alias Memet divonis ringan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam, Selasa (9/7) siang.

Vonis kepada lima terdakwa, sama dengan tuntutan yang disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Mart Mahendra Sebayang dalam sidang sebelumnya. Dimana terdakwa ditutuntu dengan hukuman yang sama sebagaimana Pasal 303 ayat (1) ke-3 KUHP Jo Pasal 2 ayat (1) UU RI No 7 tahun 1974 tentang Penertiban Perjudian.

“Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah sebagaimana tuntutan Jaksa Penuntut Umum, dan divonis dengan penjara masing-masing 6 bulan penjara,” ungkap Martha Napitupulu didampingi Renni Pitua Ambarita dan Egi Novita dalam penggalan putusannya.

Selain divonis enam bulan penjara, kelima terdakwa juga dinasehati oleh majelis hakim agar bertaubat dan tidak mengulangi perbuatannya. Bahkan secara bercanda majelis mengatakan kalau tidak bertaubat, hukumannya akan dinaikkan.

“Bertaubatlah kalian, jangan diulangi lagi. Janji, ya. Kalau tidak, mau kami naikkan hukuman ini,” ujar Ketua Majelis.

Dalam persidangan terungkap, bahwa keempat terdakwa yakni Muhammad Yusri alias Lembek, Idam Alexander alias Alex Muhammad Muhajir alias Memet kerap bermain judi kartu jenis song di Kampung Tengah, Belakang Kuburan Lama, Batu Besar, Nongsa dan tindakan tersebut dianggap mersehkan masyarakat sebelum akhirnya digiring ke meja hijau.

Terlebih kepada terdakwa Anita Riyani alias Tete yang diketahui merupakan pemilik lokasi perjudian tersebut, dimana selama ini menjadi tempat keempat komplotan melakukan perjudian.

Mendengar putusan yang dijatuhkan, kelima terdawa mengaku menerima putusan tanpa pikir-pikir. Apalagi para terdakwa sudah menjalani kurang selama 4 bulan dari proses awal hingga putusan di meja hijau.

Sebelumnya, kelima komplotan judi ini diamankan jajaran Polsek Nongsa pada Minggu (17/2) lalu. Pengungkapan ini berawal dari laporan masyarakat sekitar lokasi yang mengaku resah dengan adanya aktivitas perjudian di wilayah mereka. (ays)

(Visited 35 times, 1 visits today)