Pemko Diminta Adakan Pelatihan Jasa Kontruksi.

ANGGOTA Komisi III DPRD Kota Batam, Werton Panggabean sedang memimpin RDP yang dilakukan bersama Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Batam, Rabu (10/7/2019) di ruang rapat Komisi III DPRD Kota Batam. Damri/Haluan Kepri

BATAM (HK) – Anggota Komisi III DPRD Kota Batam, Werton Panggabean mengusulkan agar Pemerintah Kota (Pemko) Batam mengadakan pelatihan jasa kontruksi khusus bagi warga Kota Batam.

Karena berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi, setiap tenaga kerja yang bekerja di sektor konstruksi harus memiliki sertifikat kompetensi kerja, baik itu pekerjaan untuk pemerintah maupun pekerjaan swasta.

Maka Pemko Batam dalam hal ini harus memperhatikan bagi kontruksi yang ada di Kota Batam, dimana para pekerja kontruksi itu harus dibenahi, dibuatkan palatihannya dan diberikan sertifikasinya, agar kontruksi yang ada di Kota Batam nantinya bisa bekerja dengan lebih menguasai bidangnya masing-masing.

“Bagi tukang batu dia benar-benar mengusai tentang batu, bagian besi mengusai tentang besi itu,” ujar Werton disela-sela Rapat Dengar Pendapat (RDP) komisi III DPRD Kota Batam bersama Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Batam, tentang realisasi kegiatan triwulan kedua tahun 2019 dan laporan kinerja OPD tahun 2018, Rabu (10/7/2019) di ruang rapat Komisi III DPRD Kota Batam.

Lanjutnya, dengan adanya pelatihan pekerja kontruksi itu sehingga para kontruksi itu nantinya profesional dalam bekerja dan mengurangi kendala-kendala dilapangan.

Selama ini di Batam dikarenakan masa transisi maka tidak ada hal itu diproritaskan oleh pemerintah dan hanya di tes ketika dilapangan saja. Apakan dia itu betul-betul punyak kopetensi atau tidak.

Jadi kalau pelatihan itu sudah diadakan dan sudah diberikan sertifikat maka itu yang akan di prioritaskan terlebih dahulu untuk mengerjakan suatu pembangunan nantinya.

“Sebagian kecil manfaatnya bagi para kontruksi yang mengikuti pelatihan itu adalah kedepannya dia bisa bekerja dengan memenuhi persyaratan dan ada jaminannya. Selain itu bagi yang telah terverifikasi maka juga di prioritaskan dalam bekerja,” tutur Werton.

Secara terpisah, Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad mengatakan bahwa terkait usulan dari komosi III DPRD Kota Batam itu pihaknya sepakat dan itu memang harus didorong oleh Pemko Batam.

Karena kalau para pekerja itu tidak sesuai dengan mutu maka pasti akan jadi persoalan dikemudian harinya.

“Insyaallah dalam era kami sekarang betul-betul itu ditekankan, bahkan dalam pembangunan yang ada di Kota Batam saat ini kami betul-betul turun kelapangan,” ucap Amsakar.

Menurutnya, ide anggota komisi III DPRD Kota Batam itu disambut baik oleh Pemko Batam karena mereka itu kan adalah bahagian dari Pemko Batam dan berkontribusi dalam pembahasan anggaran.

Namun pelatihan itu sudah dilaksanakan bahkan sudah hampir 6000 orang selama masa jabatan Walikota dan Wakil Walikota yang periode saat ini, tapi memang pelatihan itu tidak fokus pada kontruksi semata.

“Jadi pelatihan peningkatan konpetensi itu menjadi salah satu konsen kita, walaupun saya harus mengatakan soal mutu pekerjaan terkait dengan bangunan betul-betul kita jaga,” pungkasnya.(Cw64)

(Visited 21 times, 1 visits today)