Ranperda RZWP3K Dinilai Hambat Investasi – Khusus di Kabupaten Lingga

GUBERNUR RESMIKAN- Gubernur Kepri Nurdin Basirun meresmikan pusat pengajian Royatul Islam di Desa Sungai Raya Kecamatan Singkep Barat Kabupaten Lingga.

LINGGA (HK)- Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Lingga, Neko Wesha Pawelloy menilai Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) Pemerintah Provinsi Kepri yang hanya menetapkan kawasan Karimun dan Batam sebagai kawasan pertambangan strategis, dinilai menzolimi dan menghambat investasi di Kabupaten Lingga yang juga memiliki potensi tersebut.

Ranperda yang diajukan oleh Pemerinth Provinsi Kepri seperti disampaikan salah satu Politisi Partai PKS, yang menyebutkan hanya Karimun dan Batam yang memiliki kawasan strategis pertambangan pasir laut dan timah, sangat tidak adil bagi Kabupaten Lingga, yang seharusnya juga masuk dalam kawasan strategis untuk pengembangan kawasan pertambangan.

“Beberapa daerah di Lingga, salah satunya Pulau Singkep juga memiliki kawasan strategis untuk pertambangan, bahkan sampai hari ini masih banyak masyarakat kita yang mengambil timah yang berharap bisa dilegalkan,” kata Neko Wesha Pawelloy baru-baru ini.

Sebagai bekas daerah yang pernah berjaya di sektor pertambangan timah terbesar kala itu, Pulau Singkep masih memiliki potensi tersebut jika dikelola dengan baik dan sesuai aturan yang berlaku.

Mengingat undang-undang dan peraturan pemerintah, yang meminimalisir kewenangan kabupaten/kota dalam penerbitan izin maka rencana kebijakan yang dibuat oleh Provinsi Kepri tersebut akan menghambat pembangunan di Kabupaten Lingga.

“Kita tahu saat ini Pemerintah Lingga memang memprioritaskan perkebunan dan pariwisata, tapi bukan berarti Lingga tidak memiliki potensi pertambangan,” jelasnya.

Jika Ranperda tersebut sudah disahkan oleh DPRD Provinsi Kepri, maka harapan masyarakat penambangan timah rakyat untuk melegalkan pekerjaan mereka, akan semakin sulit.

“Soal pembangunan kita sudah sering dizolimi pemerintah provinsi. Sekarang peluang investasi juga mereka batasi, bagaimana nasib masyarakat yang selama ini berharap legalitas mereka menambang timah,” ucap Politis Partai Nasdem ini.(bto)

(Visited 20 times, 1 visits today)