PPDB Tahap 3 Sekolah Nunggu Intruksi Disdik

PPDB 2 - Panitia PPDB SMAN 5 Batam sedang melayani calon siswa yang mendaftar pada PPDB zonasi tahap 2, Rabu (10/7). Kuota PPDBtahap 2 yang dibuka pada tanggal 9 dan 10 Juli kemarin itu sebanyak 18 siswa untuk menutupi kekurangan kuotapada PPDB tahap 1 pada jalur perpindahan orang tua. IST

Kuota PPDB Tahap 2 Mengisi Kekurangan PPDB Tahap 1

 

BATAM (HK) – Kepala Sekolah SMAN 5 Batam, Bahtiar MPd, menegaskan bahwa kuota pada PPDB

tahap 2 yang dibuka pada tanggal 9 dan 10 Juli kemarin itu, untuk menutupi kekurangan kuota

pada PPDB tahap 1. Dicontohkan dia seperti di sekolahnya, pada PPDB tahap 1 masih terdapat kekurangan kuota untuk jalur perpindahan orang tua sebanyak 18 orang.

Maka untuk memenuhi kuota itu diisi oleh PPDB tahap 2 tersebut.

“Masyarakat jangan salah pengertian, PPD tahap 2 ini mengisi kuota RDT kita yang jumlahnya sekitar 360 siswa yang masih kekurangan 18 siswa lagi, maka nantinya diisi oleh hasil PPDB tahap 2. Dan jumlah RDT sekolah itu, dibagi dalam tiga jalur zonasi, yakni 288 siswa atau 80% untuk jalur zonasi, 54 siswa atau 15%

untuk jalur prestasi, dan 18 siswa atau 5% untuk jalur pindahan. Nah pada jalur perpindahan orang itu ini lah masih belum terisi kekurangan 18 siswa lagi, maka ditutupi oleh PPDB tahap 2 ini,”

ujar Bahtiar kepada Haluan Kepri, Rabu (10/7).

Namun kata Bahtiar, yang membedakan pada PPDB tahap 2 ini zonasinya lebih diperluas atau zonasi bebas

untuk wilayahnya mencakup 5 sekolah, yaitu SMAN 5 Batam, SMAN 17 Batam, SMAN 18 Batam,

SMAN 19 Batam, dan SMAN 23 Batam. “Artinya calon siswa yang mendaftar di PPDB tahap 2 ini bebas

memilih sekolah yang ada dizonasinya. Tapi tetap siswa yang diterima itu, tergantung dari zona

terdekat yang diseleksi oleh sistem PPDB itu sendiri,” katanya.

Sementara terkait pendaftaran PPDB tahap 3 nanti, bahtiar mengaku belum bisa memutuskan

masih menunggu intruksi dari Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepri. Ia malah

menyerahkan untuk hal tersebut sepunuhnya keputusan tersebut kepada Disdik Kepri. “Terus terang saya tidak tahu untuk PPDB

tahap 3 ini kapan akan dibuka, apakah nanti menambah RDT lagi atau lain sebagainya. Saat ini saya dan Panitia PPDB hanya menjalankan arahan atasan saja saja ,” jelasnya.

Namun demikian Bahtiar sendiri tidak bermasalah bila nantinya pada PPDB tahap 3 itu harus menambah dua

rombongan belajar (rombel) lagi. Namun yang ia khawatirkan justru ruang kelas baru yang

tidak dimiliki, serta guru juga cukup terbatas. “Ya kalau ruangan tak ada mau belajar dimana lagi, mungkin terpaksa nanti siswa

belajar dimana saja tempat yang kosong, mungkin , bisa dilabor fisika atau kimia. Namun itu tentu tidak menyenangkan. Apalagi di sekolah kita ini masih ada yang menumpang SMAN 23 Batam.
Dan masyarakat juga nanti jangan protes kalau itu terjadi,

karena memaksakan anaknya harus diterima di SMA 5 ” ucapnya.

Jadi Dilema

Bila benar nanti SMAN 5 Batam ditambah 2 rombel lagi, maka akan menjadi dilema, karena sekolah telah memberlakukan belajar satu shift pagi dan hanya 5 hari belajar Senin hingga Jumat. Apalagi dari SMAN 5 Batam baru saja ditunjuk Kementerian menjalankan program zonasi yang mewajibkan dalam dapodik perkelas diisi 36 siswaan.

“Kalau diisi lebih dari 36 siswa kita khawatir nantinya anak didik tidak terdata di dalam dapok karena yang diamodir itu maksimal hanya 36 siswaan. Maka dari itu masyarakat harus memahami kondisi sekolah, bukan menolak siswa masuk melainkan menegakan aturan untuk menyelatmatkan pendidikan anak didiknya,” ucapnya lagi. (arment aditya)

(Visited 89 times, 1 visits today)