Anggota DPR NasDem Ingin Rekonstruksi OTT Nurdin Basirun

Nurdin Basirun. (internet)

Nurdin Basirun. (internet)

Anggota Komisi III DPR dari NasDem, Teuku Taufiqulhadi, memprotes operasi tangkap tangan (OTT) KPK terhadap Gubernur Kepri, Nurdin Basirun. Taufiqulhadi meminta ada rekonstruksi OTT terhadap kader NasDem itu.

“Saya kaget mendengar OTT terhadap Gubernur Kepri. Di mana letak pelanggaran hukumnya?” kata Taufiqulhadi kepada wartawan, Kamis (11/7/2019).

Taufiqulhadi menyebut Nurdin berangkat ke sebuah pulau pagi-pagi sekitar pukul 04.00 WIB, lalu dijemput KPK dan dibawa ke rumah dinas. Menurutnya, Nurdin lalu dinyatakan kena OTT dengan alat bukti SGD 6.000. Taufiqulhadi bertanya-tanya soal penyuap Nurdin.

“Saya ingin tanya, dimana ada bukti pidana penyuapan sehingga ia di-OTT? Seharusnya, kalau ‘tangkap tangan’ atau ditambah frasa ‘operasi’ lagi, harusnya terbukti di tempat bahwa telah terjadi penyuapan. Di tempat kejadian, seharusnya ada penyuap dan yang disuap. Ini si penyuap tidak ada. Tapi kok disebut OTT?” ungkap anggota Dewan Pakar NasDem ini.

Taufiqulhadi menuding OTT KPK ini bagai melakukan malapraktik di dunia kedokteran. Dia menganggapnya hanya sinetron.

“Berhentilah sinetron OTT yang berkelanjutan. KPK rupanya asyik dengan OTT dan tidak ada harapan lembaga ini ada perspektif soal pencegahan,” kata Taufiqulhadi.

Dia mengatakan Komisi III DPR, yang membidangi hukum, akan terbang ke Kepri. Taufiqulhadi ingin ada rekonstruksi OTT.

“Kami Komisi III akan mempertimbangkan mengirimkan anggotanya ke Kepri untuk melakukan rekonstruksi OTT terhadap Gubernur Kepri,” ungkapnya. *

(sumber: detik.com)

(Visited 699 times, 1 visits today)