Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa, Pihak BPD Juga Ikut Dimintai Keterangan

Kasat Reskrim Polres Bintan, AKP Yudha Suryawardana. (okyalexander/haluankepri.com)

Kasat Reskrim Polres Bintan, AKP Yudha Suryawardana. (okyalexander/haluankepri.com)

BINTAN (HK) – Penyidik Satreskrim Polres Bintan terus mendalami dugaan penyalagunaan dana desa di Kukup Kecamatan Tambelan. Terbaru, sebanyak 8 orang staf desa dan BPD Kukup sudah dimintai keterangan.

“Masih tahap klarifikasi, ada 8 orang staff desa dan BPD,” kata Kasat Reskrim Polres Bintan, AKP Yudha Suryawardana.

Mengenai kerugian negara dan berkaitan dengan proyek apa, Yudha belum bisa membeberkannya. Sebab, laporan tersebut masih didalami penyidik.

Informasi yang dihimpun, persoalan di Desa Kukup muncul berkaitan dengan proyek pembangunan bagan/kelong apung yang dikerjakan tahun 2016 silam. Sebab, biaya yang dikeluarkan tak sesuai dengan bagan/kelong apung yang dihasilkan.

Kanit Reskrim Polres Bintan Ipda Maidir menerangkan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait pidana hukum yang terjadi di APBDes 2016 Desa Kukup. Namun, dirinya belum bisa menggambarkan kesalahan yang terjadi.

“Karena di APBDes itu banyak, ada fisik, non fisik dan pemberdayaan,” ungkapnya. (oxy)