Penataan Persimpangan Km 16 Layak atau Tidak? Ini Penjelasan Labor

Kasi Pengujian dan Peralatan Laboratorium Dinas PUPR Bintan Harjanto saat melalui pengujian kekerasan tanah dikawasan persimpangan Km 16 yang sedang ditata, Jum'at (12/7). (istimewa)

Kasi Pengujian dan Peralatan Laboratorium Dinas PUPR Bintan Harjanto saat melalui pengujian kekerasan tanah dikawasan persimpangan Km 16 yang sedang ditata, Jum'at (12/7). (istimewa)

BINTAN (HK) – Pemkab Bintan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bintan tengah menata kawasan persimpangan di Km 16 Desa Toapaya Selatan.

Rencananya kawasan itu akan dibangun menjadi bundaran, biaya yang digelontorkan pemerintah cukup besar yakni Rp 8.721.099.733.

Kepala Seksi Pengujian dan Peralatan Laboratorium Dinas PUPR, Harjanto menjelaskan, setelah dilakukan pengujian dengan CBR.

Alat ini menurutnya untuk mengukur perbandingan antara beban penetrasi suatu lapisan tanah atau perkerasan terhadap bahan standar dengan kedalaman dan kecepatan penetrasi yang sama.

Setelah diukur, kawasan yang akan dibangun sudah layak. “Layak untuk dilakukan timbunan base, sebelum diaspal,” ungkap pria yang akrab disapa Yanto, Jum’at (12/7).

Cara pengukuran ini dilakukan, agar kekerasan tanah dikawasan yang akan ditata itu tidak mengalami penurunan dan tetap stabil meskipun dilalui beban-beban berat kendaraan.

Selain membangun bundaran, ruas jalan disetiap sisinya pun ditambah menjadi dua jalur. Sehingga, arus kendaraan dikawasan itu lebih lancar. (oxy)