Pencandu Narkoba Tidak Harus Dipenjarakan

KAPOLRESTA Barelang, Kombes Pol Hengki SIK.Foto:Nov Iwandra/Haluan Kepri

BATAM (HK) – Masyarakat yang sudah menjadi pencadu narkoba, untuk penanganannya tidak harus dihukum penjara, asalkan segera melapor ke kepolisian. Dengan demikian para pencadu itu dapat ditangani dengan cara di rehabilitasi, oleh instansi pemerintah terkait.

Pecandu narkoba itu dinilai bukanlah aib yang harus ditutup-tutupi. Sehingga, kalau ada yang mengetahui anggota keluarganya tlah menjadi pemakai maupun pencadu narkoba, sebaiknya melapor ke Badan Narkotika Nasional (BNN), ataupun ke Kepolisian.

Kapolresta Barelang, Kombes Pol Hengki SIK mengatakan, bagi seluruh masyarakat Batam yang menjadi pemakai dan pencadu narkoba, segeralah untuk melapor ke Polisi. Sehingga, dapat direhabilitasi, sebelum menjadi korban atas dampak buruknya.

“Atau ditangkap oleh pihak berwajib sehingga menjadi kasus kriminal serta harus menjalani hukuman penjara,” sebut Kombes Pol Hengki, Kamis (11/07), kemaren.

Hengki menghimbau jangan menyembunyikan
pecandu narkoba, karena hal itu bukanlah aib, yang harus ditutup tutupi.

“Menyembunyikan si pecandu narkotika sama halnya telah ikut ambil bagian dalam merusak bangsa dan generasinya. Dengan membiarkan pecandu secara terus menerus dalam kondisi ketergantungannya, akan membuat narkotika tumbuh subur di Indonesia,” tegas dia.

Nah, ungkapnya, sebagai salah satu upaya kita segeralah agarmasyarakat datang ke Polresta
Barelang, untuk melaporkan diri. Sehingganya, bisa dilakukan assesment dengan pihak BNN.

“Asesment dan rehabilitasi ini tidak dikenakan biaya, alias gratis. Dari itu, segeralah melapor diri ke kami, melalui Satresnarkoba Polresta,” ucap Kombes Pol Hengki.

Sebelumnya Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kepri, Brigjen Pol Richard Nainggolan mengatakan, laporan dari masyarakat tentang keberadaan pecandu narkoba tersebut sangat penting agar para pecandu tidak ditempatkan sebagai pelaku kriminal.

“Mereka yang dilaporkan ke aparat polisi atau ke BNN akan mendapatkan upaya rehabilitasi untuk melepaskan diri dari ketergantungannya terhadap narkoba. Kalau tidak lapor diri malah ditangkap, dan dituntut pidana karena masuk kategori kriminal,” kata Brigjen Pol Richard.

Richard mengakui, saat ini ada sekitar empat
juta pengguna narkoba di Indonesia dan hidup ditengah tengah masyarakat, sehingga sangat membahayakan.

“Mereka harus segera direhabilitasi agar tidak terus menerus bergantung pada narkoba. Jika tidak direhabilitasi malah akan menyuburkan penyalahgunaan narkoba tersebut. Bayangkan dengan potensi pasar seperti itu, tentu bandar serta pengedar akan berebut pasar narkotika,” ungkap Kepala BNNP Kepri ini.

Richard mengungkapkan, ketentuan tersebut berdasarkan di dalam Pasal 54 UU Narkotika yang menyebutkan, pecandu narkotika wajib menjalani rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial.

“Dengan adanya ketentuan Pasal 54 UU, maka hakim hanya bolehkah memutuskan hukuman rehabilitasi untuk para penggguna dan proses rehabilitasi si pencadu narkotika, juga harus gratis,” pungkasnya.(vnr)

(Visited 57 times, 1 visits today)