Pendidikan Pancasila Harus Lebih Diperkuat

Guru di salah satu SD sedang menerakan mata pelajaran pendidikan Pancasila, beberapa waktu lalu. Mendikbud, Muhadjir Effendy, meminta agar pendidikan Pancasila di skolah lebih diperkuat. NET

JAKARTA — Selama ini, pendidikan Pancasila selalu menggunakan metode memberikan informasi dan pengetahuan mengenai pelajarannya. Proses pembelajaran seperti itu dinilai tidak efektif dan seakan tidak memberikan contoh nyata kepada siswa mengenai penanaman Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

“Di lapangan ada masalah yaitu semakin kurang terakomodasinya inti dari pelajaran Pancasila itu sendiri. Sehingga, ada kecenderungan pembelajarannya lebih pada pengetahuan bukan kepada pembentukan sikap dan penanaman Pancasila,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, saat peluncuran program penanaman nilai Pancasila sebagai wahana pembangunan watak bangsa, di Kantor Kemendikbud, kemarin .

Muhadjir mengatakan, pada aspek afektif di pendidikan Pancasila kurang diberikan penekanan. Artinya dalam pembentukan sikap berdasarkan nilai Pancasila kurang diberikan kepada anak didik. Oleh karena itu, penyempurnaan pendidikan Pancasila perlu dilakukan di sekolah.

Ia menjelaskan, ada tiga hal yang perlu diperhatikan dalam pembentukan sikap. Pertama adalah menentukan benar atau salah yang dilakukan dalam wilayah logika. Kedua adalah tentang baik dan buruk yaitu dilakukan dalam wilayah etika. Ketiga adalah tentang indah dan buruk, yang menjadi wilayah dari estetika.

Menurut dia, tidak mungkin melakukan penanaman terhadap tiga hal tadi tanpa menanamkan pengalaman nilai yang betul. “Makanya kunci pertama adalah bagaimana menanamkan nilai pada anak didik baik melalui pemahaman, pengilhaman, atau dorongan dan motivasi,” kata Muhadjir.

Sementara itu, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Kabalitbang) Kemendikbud, Totok Suprayitno mengatakan sebenarnya ada tiga hal yang selalu menjadi aspek kompetensi dalam pendidikan di Indonesia. Tiga hal tersebut adalah sikap, pengetahuan dan keterampilan.

PPKN dan pelajaran agama menjadi dua mata pelajaran yang bertugas membentuk sikap anak didik sesuai dengan Pancasila. Namun, di lapangan ditemukan masalah terkait cara penyampaian pendidikan Pancasila. (dbs)