Wawako Minta Diskominfo Gerakkan Potensi CSR

Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad memberikan penjelasan kepada awak media. DAMRI/HALUAN KEPRI

BATAM (HK) – Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad minta Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Batam agar bisa menggerakkan dan memanfaatkan potensi Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan yang ada di Batam.

Potensi CSR yang harus digerakkan itu dari BUMN, perusahaan swasta dan pelaku usaha lainnya, salah satunya dengan mengajak para pelaku usaha bisa berpartisipasi dalam pengadaan CCTv di tempat-tempat yang aktivitas masyarakatnya cukup tinggi.

Sekaligus sebagai upaya menjadikan Batam sebagai Kota Wisata, sebagaimana menjadi grand desain Pemerintah Kota (Pemko) Batam. Karenanya semua pemangku kepentingan di Batam harus bersama-sama menciptakan suasana yang kondusif. Sehingga dapat memberikan rasa aman dan nyaman terhadap semua warga dan juga kepada para wisatawan yang berkunjung ke Batam.

“Sejauh ini upaya yang dilakukan untuk menciptakan daerah yang aman salah satunya dengan memasang 36 CCTv di tempat-tempat yang intensitas aktifitas masyarakatnya tinggi, seperti jalan raya, tempat umum dan servernya juga sudah terkoneksi dengan 36 CCTV itu,” ujar Amsakar kepada Haluan Kepri, Rabu (10/7), di Batam Centre.

Lanjutnya, dari 36 CCTv yang sudah terpasang itu yang sudah beroperasional saat ini baru 26 CCTv. Tapi jumlah CCTv yang sudah ada saat ini memang belum mencukupi dan menjangkau titik-titik strategis di Batam.

Oleh karena itu kedepannya diminta kepada Diskominfo Kota Batam untuk mengerakan potensi CSR itu. Dimana dengan mengajak para pelaku usaha untuk bisa betpartisipasi dan sekurang-kurangnya dilingkungan usahanya masing-masing.

Kalau semua pemangku kepentingan bisa berpartisipasi maka insiden-insiden yang terjadi dapat diminimalisir.

“Kita merasa kecewa terhadap kejadian adanya pembegalan kepada wisatawan yang datang ke Batam beberapa waktu lalu, yakni pembegalan yang terjadi disekitaran jalan Engku Putri Batam Center,” tutur Amsakar.

Dijelaskan Amsakar, bahwa desain yang ideal untuk kota Batam CCTv itu harus ada sebanyak 300 hingga 400 titik. Hal itu berdasarkan yang dikatakan oleh Diskominfo Kota Batam pada master Plan yang sudah dibuat.

Yang jadi masalahnya saat ini adalah terkendala dari pembiayaan untuk pengadaan dengan jumlah yang sebesar itu.

Jadi salah satu upaya yang akan dilakukan kedepan adalah akan mengupayakan seluruh stakeholder terkait, para pelaku usaha, para pembisnis agar sama-sama berpatisipasi.

Kalau perbankan misalnya mau berpartisipasi untuk persoalan ini, atau melalui kebijakan Corporate Social Responsibility (CSR) maka akan dicoba kearah itu.

Sejumlah hal yang menjadi prioritas dalam APBD saat ini adalah tentang infrastruktur, karena kita ingin dengan adanya satu periode pertama ini kami memimpin ada perubahan yang singnifikan di Batam.

“Sambil berjalan kami akan mengerakan melalui Kominfo untuk sharing bersama-sama menyiapkan CCTv itu diberbagai titik-titik startegis yang ada di Batam,” pungkasnya.

Menurutnya, idealnya CCTV di Batam ini sekitar 300 hingga 400 titik, kalau sejumlah itu sudah ada maka berarti semua sudut Kota Batam ini telah dipasang CCTv dan dengan adanya itu maka semuanya akan termonitor secara langsung.

Tapi itu tidak bisa dilakukan dalam waktu dekat ini, hal ini bisa terwujud dengan bertahap dan juga akan diupayakan melalui APBD.

Jadi terkait permintaan dari Kapolresta Barelang untuk penambahan pemasangan CCTv di tempat-tempat strategis, maka Pemko Batam menyambut baik, apalagi Batam ini dicanangkan sebagai kota smart city di Indonesia.

“Kita menghimbau kepada masyarakat agar bersinergitas dan bersama-sama menjaga iklim kondusif di Batam, karena sekali saja kejadian maka itu akan memberikan dampak negatif terhadap daerah,” bebernya. (cw64)