Tim Irjen Kemenag RI Pantau Pelayanan Embarkasi Haji Batam di Bandara Hang Nadim

Tim Irjen Kemenag RI, Inne Saraswati Mey Lyana. (istimewa)

Tim Irjen Kemenag RI, Inne Saraswati Mey Lyana. (istimewa)

Batam (HK) – Sampai, Sabtu (13/7/2019), Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Haji Batam telah memberangkatkan Jamaah Calon Haji (JCH) ke Madinah sebanyak 9 kloter dari 29 kloter.

Saat ini jumlah yang telah diterbangkan melalui bandara Hang Nadim Batam berjumlah 4.023 orang JCH dengan rincian JCH asal Provinsi Kepulauan Riau sebanyak 448 orang dan Riau sebanyak 3.575 orang JCH.

Tahun ini embarkasi haji Batam tetap melayani JCH dari 4 provinsi yakni Riau, Jambi, Kalimantan Barat (Kalbar) dan Kepulauan Riau (Kepri) sendiri. Namun JCH yang masuk ke Asrama Haji Batam hanya JCH asal Kalbar dan Kepri, sementara Riau dan Jambi merupakan Embarkasi Haji Antara (EHA).

Hal ini dikatakan Sekretaris PPIH Embarkasi Haji Batam, H.Afrizal disela-sela kesibukannya memantau secara langsung keberangkatan JCH Kloter 09 EHA bersama tim Inspektorat Jenderal (Irjen) Kemenag RI, Inne Saraswati Mey Lyana, di Bandara Hang Nadim Batam, Sabtu (13/7/19).

Afrizal mengatakan, secara umum JCH Embarkasi Haji Batam berada dalam keadaan sehat, saat ini JCH tengah melaksanakan sholat Arbain di Masjid Nabawi dan melakukan ziarah di sekitar kota Madinah”.

“Terdapat 1 orang JCH yang wafat di Madinah atas nama Khairil Abbas bin Salim (62) asal Kota Pekanbaru Riau,” tambah Afrizal.

Sementara itu di hadapan media, tim Irjen Kemenag RI, Inne Saraswati Mey Lyana, mengatakan, tim Irjen Kemenag RI melakukan pemantauan terhadap penyelenggaraan operasional pemberangkatan haji tahun 2019 di Embarkasi Haji Batam.

“Selama 5 hari belakangan ini kami telah melihat secara langsung sejauh mana pelaksanaan pelayanan PPIH Embarkasi Haji Batam di Bandara Hang Nadim Batam. Sampai dengan hari ini, saya melihat proses pelayanan di bandara cukup baik, panitia juga cukup sigap dalam melayani jamaah, terutama saat menempatkan JCH embarkasi haji antara (transit) dari Riau di ruang tunggu bandara Hang Nadim Batam untuk beristirahat sambil menunggu keberangkatan ke Madinah,” ungkap Inne Saraswati.

“Untuk pelayanan dari panitia saya pikir cukup baik, pejabatnya juga hadir di sini menunjukkan atensinya kepada para jamaah,” tambah Inne.

“Mungkin yang menjadi masukkan adalah perlunya pendampingan kepada JCH yang lanjut usia (lansia), harus dibimbing dan didampingi. Karena tadi saya melihat, walaupun sudah diperingatkan petugas, kartu kesehatannya basah (KKJH=Kartu Kesehatan Jamaah Haji). Ini harus dievaluasi bagai mana untuk hal-hal yang seperti itu diminimalisir, tidak terjadi dan perlu pendampingan untuk JCH lansia,” harap Inne.

“Karena dalam kartu kesehatan tertera barcode, yang mana isinya data riwayat penyakit jamaah, nah kalau basah kan jadi tak bisa dibaca atau terdeteksi,” tandas Inne.

Dia juga mengatakan, persiapan berangkat dari maskapai Saudi Arabian Airline cukup baik, satu jam sebelum berangkat JCH yang sakit dan menggunakan kursi roda sudah dipersiapkan lebih awal untuk selanjutnya dimasukkan ke dalam pesawat.

“Mudah-mudahan pelayanan PPIH Embarkasi Haji Batam berjalan dengan baik”, tutup Inne Saraswati. (fhy/r)

(Visited 42 times, 1 visits today)