PT Hong Sheng Akhirnya Bayar Hak Karyawan PHK, Indikasi Pelanggaran Lain Diserahkan ke Disnaker

Ketua SPSI Kepri, Syaiful Badri Sofyan (kiri) bersama pengawas ketenagakerjaan dari Disnaker Kepri, Jalfriman (kanan) saat berada di PT Hong Seng beberapa waktu lalu. IST

BATAM (HK) – PT Hong Seng akhirnya membayarkan pesangon 6 karyawannya yang sebelumnya mendapatkan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dari perusahaan. Yang mana sebelumnya terjadi perundingan alot, karena terjadi tarik ulur terkait besaran hak yang akan didapatkan setiap karyawan.

Informasi yang dihimpun koran ini, uang pesangon sudah diterima oleh karyawan beberapa waktu lalu.

“Uang PHK itu diserahkan oleh pak Johan, perwakilan PT Hong Seng dan sudah di terima 6 pekerja pada Jumat, 5 Juli 2019 lalu,” ujar Ketua SPSI Kepri, Syaiful Badri ke awak media, Jumat (12/7) lalu.

Namun demikian, Syaiful yang ditanya awak media terkait indikasi berbagai persoalan lain yang sempat mencuat di pemberitaan, seperti halnya masalah Tenaga Kerja Asing (TKA), limbah, BPJS Ketenagakerjaan dan K3 di perusahaan tersebut? Syaiful mengatakan bahwa pihaknya sudah menyurati Dinas Ketenagakerjaan Kota Batam.

“Terkait hal lain, kami sudah menyurati Pemerintah melalui Disnaker Kota Batam selaku pembuat undang-undang, sekaligus pihak pengawas,” tegasnya.

Menurutnya, pemerintah lah yang harus pro aktif menindaklanjutinya. Sebab kalau tidak, ini akan menjadi preseden buruk bagi dunia ketenagakerjaan dan investasi di Kota Batam.

Sementara itu, Dinas Pengawasan Tenaga Kerja Propinsi Kepri, Jalfriman yang dikonfirmasi media mengatakan pihaknya masih mempelajari soal permasalahan yang lain. Namun sebelumnya telah disampaikan kepada pihak perusahaan agar menjalankan dan mematuhi aturan UU Nomor 13 tahun 2013 tentang tenaga kerja dengan baik.

“Kami masih mempelajari terkait indikasi lainnya, namun kami sudah mengingatkan perusahaan agar mematuhi aturan ketenagakerjaan,” ungkapnya.

Sebagaimana berita lalu, belasan mantan pekerja dari PT Hong Sheng Plastic Industry Batam Center yang bergerak dalam limbah plastik daur ulang melakukan unjuk rasa sebagai bentuk protes atas PHK sepihak yang mereka alami.

Dimana terungkap bahwa PHK tersebut berawal dari adanya salah satu karyawan telat masuk kerja 2 menit. Dan akhirnya menjadi persoalan utama, yang kemudian menggiring Pengawas dari Disnaker mendatangi perusahaan.

Namun demikian, saat kedatangan Disnaker kala itu bersama sejumlah awak media, juga mencuat sejumlah indikasi pelanggaran lain. Dan indikasi pelanggaran lain inilah yang saat ini masih belum jelas juntrungannya. (ays)

(Visited 44 times, 1 visits today)