by

Among Cs Masih Bebas #Penampung Plat Baja Hasil Curian

TANJUNGPINANG (HK)- Sedikitnya 3 pengusaha penampung plat baja hasil curian bekas pembangunan Jembatan Dompak yang dijual tersangka Andi Cori, sampai saat ini masih bebas dari jeratan hukum.

Ketiga Pengusaha penampung kepingan plat besi baja hasil curian tersebut di antaranya, Among tempat penampungan berlokasi di Kampung Bulang, Kilomter 5 Tanjungpinang sebanyak 63 keping.

Sebanyak 24 keping plat baja tersebut dijual ke Ripin Siahaan alias Au lokasi yang berlokasi di Jalan Nusantara KM 18 Kijang Kabupaten Bintan.

Sedangkan 12 keping lagi dijual ke Sugi, berlokasi di Pelabuhan Sri Payung Kilomter 6 Tanjungpinang.

Kasus pencurian ratusan keping plat baja milik Dinas PUPR Provinsi Kepri yang diproses tim penyidik Polda Kepri yang dilakukan oleh Andi Cori Cs hingga kini telah melibatkan 6 orang sebagai tersangka dan terdakwa dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang saat ini.

Ironisnya, sejauh ini penyidik Polda Kepri belum juga menetapkan para penampung plat baja tersebut sebagai tersangka.

Menyikapi hal tersebut, M Andi Arif SH, selaku jaksa peneliti dan juga Jaksa Penutut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri dalam perkara ini ketika dikonfirmasi Haluan Kepri belum bisa menjelaskan.

Ia menyatakan bahwa kewenangan penanganan perkara itu ada pada penyidik Polda Kepri.

“Kewenangan ada pada penyidik Polda Kepri. Namun sebagai JPU, kita telah memberikan petunjuk kepada penyidik polisi tentang hal itu,” kata Andi Arif, Senin (15/7).

Untuk berkas dugaan kasus sebagai penampung atau penadah plat baja tersebut, kata Andi, pihaknya belum terima dari penyidik Polda Kepri.

“Kita juga tidak tahu apa penyebabnya,” ucap Andi Arif penuh tanda tanya.

Seperti diketahui, berdasarkan data dan fakta di lapangan mau pun dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) di persidangan terungkap, dari 6 tersangka dan terdakwa tersebut, merupakan sebagai pihak yang diduga ikut melakukan penjualan plat baja dengan ukuran panjang sekitar 6 Meter, lebar sekitar 1,5 Meter dan tebal 3 Centimeter yang seluruhnya atau sebagian milik Pemprov Kepri dengan maksud melawan hukum.

Dari data tersebut didapati bahwa sejumlah plat baja tersebut diduga telah dijual oleh Andi Cori Cs ke pengusaha yang memiliki lokasi penampungan plat baja curian tersebut.

Sementera keterangan saksi Andi Usmar selaku anggota Andi Cori, untuk pekerjaan pemindahaan pelat baja sebanyak 41 keping ke lokasi milik saksi Among tersebut adalah dengan menggunakan mobil lori crane yang diusahakan sendiri oleh saksi Among sebanyak lebih kurang 3 unit.

Dikatakan, proses penanganan perkara dugaan pencurian plat baja tersebut yang terakhir diterima dari tim penyidik Polda Kepri, yakni dengan tersangka Andi Cori Patahuddin dan rekannya, Andrie Usmar, termasuk proses penuntutan terhadap tiga terdakwa, yakni Syaiful SE, Sabarudin alias Udin dan Julianta Mitra S alias Anta, juga sebelumnya, terdakwa La Mane yang telah dijatuhi vonis bebas oleh majelis hakim PN Tanjungpinang.

Sebelumnya, Kepala Dinas PU Provinsi Kepri, Abu Bakar dalam sidang menjelaskan, jumlah plat baja sisa pembangunan proyek jembatan Dompak tersebut, tercatat sejak 27 Oktober 2016 dengan jumlah sebanyak 166 keping.

Hal itu diperoleh setelah serah terima pekerjaan sekitar 68 persen dari PT Nindiya Karya sebagai pemenang tender, sebelum akhirnya dilakukan putus kontrak akibat keterbatasan anggaran APBD.

Atas kondisi tersebut, akhirnya PT Nindya Karya melakukan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri Tanjungpinang, sehingga diperoleh kesepakatan damai dan Pemprov Kepri membayarkan sebesar Rp35 miliar ganti rugi ke PT Nidiya Karya, termasuk 166 keping plat baja yang belum terpakai untuk proyek jembantan Dompak tersebut.

Berselang kemudian, setelah proyek lanjutan jembatan Dompak tersebut selesai dikerjakan, Abu Bakar mendapat informasi dari bawahannya, bahwa beberapa plat baja itu telah hilang di lokasi di bawah jembatan Dompak.

“Dari 166 keping plat baja itu yang tersisa saat ini sekitar 60 lembar disimpan di Kantor Satpol PP. Dari laporan staf saya, bahwa sebagian plat baja itu diambil oleh Andi Cori dan kawan. Alasannya sudah izin Gubernur Kepri. Namun ketika saya tanya, Gubernur bilang tidak ada menyuruh. Sehingga akhirnya kami laporkan ke Polda Kepri,” ungkapnya.(tim)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed