Andi Cori Dijebloskan ke Penjara

ANDI Cori Patahuddin saat memasuki mobil tahanan Kejaksaan Tanjungpinang.Foto:Asfanel/Haluan Kepri

TANJUNGPINANG (HK) – Andi Cori Patahuddin tersangka dugaan kasus pencurian plat baja milik dinas PUPR Provinsi Kepri akhirnya jebloskan ke penjara oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang, setelah dilakukan pelimlahan tahap dua oleh penyidik Polda Kepri, Selasa (16/7).

Cori ditahan oleh jaksa bersama rekannya Andrie Usmar sekitar pukul 15.00 WIB setelah menjalani pemeriksaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejati Kepri dibantu JPU Kejari Tanjungpinang sekitar 3 jam setelah datang diantarkan penyidik Polda Kepri sekitar pukul 13.00 WIB.

Selanjutnya kedua tersangka tersebut dibawa mobil tahanan Kejari Tanjungpinang untuk dititipkan di Rumah Tahanan (Rutan) kelas1 Tanjungpinang.

Ketika digiring petugas jaksa, Andi Cori sempat melontarkan bantahan kepada sejumah wartawan di Kejari Tanjungpinang bahwa dia bukan ditangkap oleh pihak Polda Kepri sebagaimana diberitakan salah satu media online, melainkan datang secara baik-baik memenuhi panggilan penyidik.

“Perlu saya luruskan pada rekan-rekan media, bahwa saya datang ke Polda Kepri secara baik-baik karena akan melakukan pelimpahan berkas ke jaksa. Jadi tolong jangan bikin berita tidak-tidak bahwa saya ditangkap, “ucap Cori

Ditanta tentang perasaannya saat ini ditahan jaksa, Andi Cori mengatakan pihaknya telah siap untuk menjalaninya.

“Saya ditahan sebagai laki-laki. Dan ditahankan tidak mati. Semua saya serahkan pada Allah,”ungkapnya.

Sementara Kasi Intel juga merangkap Humas Kejari Tanjungpinang Rizky Rahmatullah SH menyatakan, proses penahan yang dilakukan guna memperlancar proses perkara tersebut untuk disidangkan di Pengadilan Negeri Tanjungpinang nantinya.

“Secepatnya berkas tersangka ini akan kita limpahkan ke Pengadilan Negeri Tanjungpinang untuk disidangka, “ucap Rizky

Sekedar diketahui, selain Andi Cori dan rekannya Andrie Usmar, dalam perkara ini penyidik Polda sebelumnya telah menetapkan sebanyak 4 orang tersangka. Salah satu diantaranya La Mane yang dituduh sebagai penampung 24 keping dari 106 plat baja yang hilang tersebut akhirnya divonis bebas oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang akibat adanya kesalahan penerapan Pasal yang disangkakan JPU kepadanya yang selayaknya sebagai ikut serta sebagai penadah (pasal 480 jo 55 KUHP) namun dilarikan ke Pasal 363 ayat 1 ke 4 KUHP.

Sementara tiga orang tersangka lagi, Julianta, izin Sabarudin dan Syaiful SE tengah menjalani proses persidangan di PN Tanjungpinang.
Sebelumnya Kepala Dinas PU Provinsi Kepri, Abu Bakar dalam sidang menjelaskan, jumlah plat baja sisa pembangunan proyek jembatan Dompak tersebut, tercatat sejak 27 Oktober 2016 dengan jumlah sebanyak 166 keping.

Hal itu diperoleh setelah serah terima pekerjaan sekitar 68 persen dari PT Nindiya Karya sebagai pemenang tender, sebelum akhirnya dilakukan putus kontrak akibat keterbatasan anggaran APBD.

Atas kondisi tersebut, akhirnya PT Nindya Karya melakukan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri Tanjungpinang, sehingga diperoleh kesepakatan damai dan Pemprov Kepri membayarkan sebesar Rp35 miliar ganti rugi ke PT Nidiya Karya, termasuk 166 keping plat baja yang belum terpakai untuk proyek jembantan Dompak tersebut.

Berselang kemudian, setelah proyek lanjutan jembatan Dompak tersebut selesai dikerjakan, Abu Bakar mendapat informasi dari bawahannya, bahwa beberapa plat baja itu telah hilang di lokasi di bawah jembatan Dompak.

“Dari 166 keping plat baja itu yang tersisa saat ini sekitar 60 lembar disimpan di Kantor Satpol PP. Dari laporan staf saya, bahwa sebagian plat baja itu diambil oleh Andi Cori dan kawan. Alasannya sudah izin Gubernur Kepri. Namun ketika saya tanya, Gubernur bilang tidak ada menyuruh. Sehingga akhirnya kami laporkan ke Polda Kepri,” ungkapnya.(nel)