Andi Cori Diserahkan ke Kejari Tanjungpinang

(asfanel/haluankepri.com)

(asfanel/haluankepri.com)

  • Tersangka Pencurian Plat Baja Dompak

TANJUNGPINANG (HK) – Andi Cori Patahuddin otak tersangka dugaan kasus pencurian plat baja milik dinas PUPR Provinsi Kepri akhirnya tiba di kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang melalui pengawalan anggota penyidik Direskrimsus Polda Kepri untuk dilakukan pelimpahan tahap dua, Selasa (16/7) sekitar pukul 13.00 WIB.

Cori sapaan akrab pria ini tiba mengenakan kemeja putih lengan panjang dan celana jean biru tanpa diborgol, sambil mengepit tas kecil warna coklat, langsung masuk ke kantor Kejari Tanjungpinang yang dibatasi pintu kaca sambil menundukan kepalanya.

Kepala Kejari Tanjungpinang Ahelia Abustam SH MH melalui Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasipidum) Muhammad Amriansyah SH ketika dikonfirmasi terkait proses pelimpahan dan penanganan status perkara Andi Cori tersebut belum memberikan penjelasan.

“Kita masih menunggu ibu Kajari dulu. Sekarang beliau sedang ada tugas luar sebentar,”ucap Amriansyah .

Hingga berita ini di kirim ke redaksi Haluan Kepri.com pukul 13.50 WIB, Andi Cori masih berada ruangan pemeriksaan jaksa bidang pidana umum Kejari Tanjungpinang

Sekedar diketahui, selain Andi Cori dan rekannya Andrie Usmar, dalam perkara ini penyidik Polda sebelumnya telah menetapkan sebanyak 4 orang tersangka. Salah satu diantaranya La Mane yang dituduh sebagai penampung 24 keping dari 106 plat baja yang hilang tersebut akhirnya divonis bebas oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang akibat adanya kesalahan penerapan Pasal yang disangkakan JPU kepadanya yang selayaknya sebagai ikut serta sebagai penadah (pasal 480 jo 55 KUHP) namun dilarikan ke Pasal 363 ayat 1 ke 4 KUHP.

Sementara tiga orang tersangka lagi, Julianta, izin Sabarudin dan Syaiful SE tengah menjalani proses persidangan di PN Tanjungpinang.
Sebelumnya Kepala Dinas PU Provinsi Kepri, Abu Bakar dalam sidang menjelaskan, jumlah plat baja sisa pembangunan proyek jembatan Dompak tersebut, tercatat sejak 27 Oktober 2016 dengan jumlah sebanyak 166 keping.

Hal itu diperoleh setelah serah terima pekerjaan sekitar 68 persen dari PT Nindiya Karya sebagai pemenang tender, sebelum akhirnya dilakukan putus kontrak akibat keterbatasan anggaran APBD.

Atas kondisi tersebut, akhirnya PT Nindya Karya melakukan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri Tanjungpinang, sehingga diperoleh kesepakatan damai dan Pemprov Kepri membayarkan sebesar Rp35 miliar ganti rugi ke PT Nidiya Karya, termasuk 166 keping plat baja yang belum terpakai untuk proyek jembantan Dompak tersebut.

Berselang kemudian, setelah proyek lanjutan jembatan Dompak tersebut selesai dikerjakan, Abu Bakar mendapat informasi dari bawahannya, bahwa beberapa plat baja itu telah hilang di lokasi di bawah jembatan Dompak.

“Dari 166 keping plat baja itu yang tersisa saat ini sekitar 60 lembar disimpan di Kantor Satpol PP. Dari laporan staf saya, bahwa sebagian plat baja itu diambil oleh Andi Cori dan kawan. Alasannya sudah izin Gubernur Kepri. Namun ketika saya tanya, Gubernur bilang tidak ada menyuruh. Sehingga akhirnya kami laporkan ke Polda Kepri,” ungkapnya. (nel)

(Visited 71 times, 1 visits today)