Dewan Desak PT Unisem Tunaikan Hak Karyawan, SPSI: Buruh Jangan Lengah

BERI PENJELASAN - Komisi IV DPRD Batam, Safari Ramadhan dan Aman memberikan penjelasan ke awak media disela-sela sidak berlangsung di PT Unisem, Senin (15/7). Keduanya mendesak agar PT Unisem menunaikan hak karyawan sebelum tutup total. IST

BATAM (HK) – Rombongan Komisi IV DPRD Batam, Safari Ramadhan dan Aman bersama Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Kota Batam, Rudi Sakyakirti inspeksi mendadak (sidak) ke PT Unisem, di kawasan industri Batamindo, Mukakuning, Senin (15/7).

Dalam sidak diperoleh satu kepastian bahwa perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan semikonduktor itu akan tutup pada Bulan September 2019 ini. Karenanya Komisi IV yang membawahi masalah tenaga kerja meminta agar pihak PT Unisem menunaikan seluruh hak-hak karyawan.

Dalam sidak, ungkap Anggota Komisi IV DPRD Batam Safari Ramadhan, pihak perusahan mengemukan secara gamlang alasan penutupan usaha mereka, dikarekan perusahaan tersebut terus melami kerugian. Sehingga secara terpaksa harus menutup perusahaanya agar tidak menumpuk kerugian.

“Mereka (PT Unisem, red) tutup September ini, karenanya kita minta seluruh hak karyawan diselesaikan,” ungkap Safari Ramadhan, usai sidak.

Meski menurutnya sangat disayangkan terjadi penghentian pengoperasian dari PT Unisem, karena secara langsung akan berdampak pada bertambahnya pengangguran. Namun demikian, ia juga memahami kondisinya yang terus merugi. Karenanya ia hanya menekankan agar seluruh hak karyawan diselesaikan sebagaimana aturan perundang-undangan.

Secara terpisah, Ketua SPSI Provinsi Kepri, Syaiful Badri mengingatkan agar buruh atau pekerja jangan lengah, tetapi mengawasi setiap perkembangan yang terjadi, serta membangun komunikasi yang inten dengan pihak perusahaan.

“Intinya jangan lengah, karena ini menyangkut hak teman-teman,” imbaunya.

Syaiful juga meminta agar perwakilan buruh terus mengikuti berbagai pembahasan terkait dengan PT Unisem. Sehingga bisa mengupdate perkembangan terkini.

Disisi lain, kata Syaiful, apabila ada indikasi adanya etikat tidak baik dari perusahaan, maka ia mendukung agar para pekerja bersikap dan bertindak tegas dalam mengawal haknya.

“Selama masih kooperatif kita ikuti aturan mainnya, kalau ada indikasi etikad buruk maka teman-teman harus mengambil sikap tegas,” terangnya.

Prinsipnya sederhana, “Jangan lakukan hal-hal yang membuat pengusaha tidak nyaman atau tidak kondusif, tapi disisi lain jangan sampai hak-hak kita tidak diselesaikan,” tegasnya. (ays)