Lanal Karimun Gagalkan Selundupan 21 Kg Sabu

(ilham/haluankepri.com)

(ilham/haluankepri.com)

  • Nilai Rp16 Miliar
  • Pelaku Diupah Rp200 Juta

KARIMUN (HK) – Tim F1QR Lanal Tanjungbalai Karimun menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu-sabu dengan berat 21 kilogram di perairan Karimun Anak, Sabtu (13/7) sekitar pukul 07.00 WIB. Sabu-sabu yang dibungkus dengan kemasan teh Cina tersebut memiliki nilai Rp 16 miliar. Barang haram itu dibawa pelaku inisial PI dari Malaysia tujuan Tembilahan, Riau.

Danlantamal IV, Laksma TNI Arsyad Abdullah saat konferensi pers di Makolanal Tanjungbalai Karimun, Senin (15/7/2019) mengatakan, Saat diamankan anggota Lanal Tanjungbalai Karimun, pelaku berupaya mengelabuhi petugas dengan pura-pura menjadi nelayan. Saat diperiksa, dia menunjukkan alat pancing, rawai dan ikan.

“Awalnya, pelaku berangkat dari Malaysia sekitar pukul 05.30 WIB, menggunakan speedboat yamaha mesin 40 PK. Pelaku keluar dari perairan Malaysia yang dipandu oleh speedboat mesin 15 PK dengan 2 orang awak. Setelah melewati buoy kuning, speedboat pemandu putar balik kembali ke Malaysia,” ungkap Arsyad.

Begitu memasuki perairan Indonesia, pelaku kemudian melanjutkan pelayaran sendirian menuju Tembilahan, Riau dengan rute melihat peta pada HP pemberian LI (warga negara Malaysia) yang sudah diseting. Begitu sampai di perairan Karimun Anak, pelaku berhasil diamankan petugas Lanal Tanjungbalai Karimun.

“Sekitar pukul 06.50 WIB, pelaku melihat speedboat patroli Lanal Tanjungbalai Karimun, kemudian putar balik untuk kabur. Setelah aksi kejar-kejaran akhirnya pada pukul 07.00 WIB pelaku berhasil ditangkap. Kepada petugas pelaku beralasan akan memancing dengan menunjukkan alat pancing rawai dan ikan yang ada dalam box fiber,” terang Arsyad.

Kata Arsyad, anggota curiga melihat haluan speedboat yang sudah ditutup box fiber, kemudian membongkarnya. Begitu haluan dibuka, ternyata dibawahnya tersimpan dengan rapi puluhan bungkus narkotika jenis sabu-sabu yang dikemas dalam bentuk teh Cina. Pelaku beserta speedboat dan barang bukti dibawa ke Makolanal Tanjungbalai Karimun.

Selain mengamankan narkotika jenis sabu-sabu, dari tangan pelaku juga berhasildisita uang pecahan rupiah Rp7.180.000, 3 Ringgit Malaysia, satu buah HP merk Oppo, satu buah HP merek Nokia, ATM BNI, identitas KTP dan paspor.

“Perbuatan pelaku melanggar UU RI No. 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup dan penjara paling singkat 6 tahun, paling lama 20 tahun. Proses lanjut penanganan tindak pidana ini akan diserahkan kepada penyidik BNN Provinsi Kepri,” pungkas Arsyad.

Pelaku PI ketika diwawancara media ini mengatakan, dia masuk ke Malaysia secara resmi menggunakan paspor. Dia kemudian dijemput seseorang (warga Malaysia) dan disuruh naik speedboat. Dia kemudian diminta berlayar dan diiringisatu unit speedboat sampai ke Buoy Kuning.

Pengaku mengaku telah berhasil meloloskan sabu-sabu ke Tembilahan Riau. Pada aksi pertama, pelaku membawa 7 kilogram sabu-sabu dengan upah Rp5 juta. Setelah berhasil, pelaku kembali membawa 4 kilogram sabu-sabu dengan upah Rp5 juta. Namun, pada aksi ketiga dia nekat membawa 21 kilogram dengan upah Rp200 juta.

“Sebelumnya, saya dua kali bawa sabu-sabu dari Sungai Reteh ke Tembilahan. Pertama 7 kilogram, yang kedua 4 kilogram. Saat pertama saya diupah Rp5 juta, yang kedua juga diupah Rp5 juta. Aksi ketiga saya diminta membawa sabu-sabu dariMalaysia dengan upah R200 juta,” terang PI.

Warga kelahiran Pulau Kijang, Indragiri Hilir, Riau ini mengaku akan menerima upah ketika telah berhasil membawa masuk sabu-sabu ke Tembilahan Riau. Sementara, upah dua aksi sebelumnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.PI mengaku memiliki satu orang anak dan istri yang tengah hamil 6 bulan. (ham)

(Visited 100 times, 1 visits today)