Masyarakat Masih Memandang Sebelah Mata SKB, Padahal Setara dengan Sekolah Formal

Drs Suryadi Kepsek SKB

BATAM (HK) – Kepala Sekolah Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Batam, Drs Suryadi, menegaskan bahwa pendidikan diterapkan di SKB seperti yang diterapkan di sekolah formal (SD,SMP, SMA). Baik dari kurikulum maupun proses belajar mengajar (PBM) dilalui sama dengan SD formal 6 tahun, SKB tingkat SMP tiga tahun dan SKB tingkat SMA selama tiga tahun juga. Bahkan di SKB untuk ujian nasional (UN), solanya dipola sama dengan sekolah formal, serta setiap siswa terdaftar di dapodik dan memiliki NISN.

“Sejauh ini mindset masyarakat bahwa SKB ini merupakan sekolah paket A, B dan C yang hanya dikhususkan bagi anak putus sekolah dan waktu belajarnya singkat. Mindset seperti itu sangat salah, karena sesungguhnya SKB ini setara dengan sekolah formal SD, SMP maupun SMA, bahkan siswa terdaftar di dapodik dan memiliki NISN,” ujarnya usai menggelar MPLS hari pertama di SKB, Senin (15/7).

Dijelaskan dia, bahwa saat ini keberadaan SKB tidak lagi sebagai salah satu unit pelaksana teknis dari Dinas Pendidikan (Disdik), tetapi sudah berdiri sendiri menjadi satuan pendidikan non formal (SPNF) yang telah mengeluarkan ijazah sendiri tidak lagi dari Disdik. Ketentuan tersebut, kata dia berdasarkan Permendikbud No 4/2016 tentang pedoman alih fungsi SKB menjadi satuan pendidikan non formal. Dengan adanya kebijakan tersebut, maka kata dia, saat ini keberadaan SKB sejajar dengan sekolah formal. Hanya saja, SKB bentuknya berupa satuan pendidikan non formal.

”Mungkin yang membedakan dengan sekolah formal itu dari ijazahnya saja yang masih tertulis ada paket A, B dan C. Tapi kan status ijazahnya setara dengan ijazah formal. Bahkan dari lulusan SKB ini ada juga yang lulus SBMPTN masuk perguruan tinggi ternama segala,” kata Suryadi.

Selain itu kelebihan SKB ini untuk ujian nasional (UN) lanjut Suryadi, malah lebih dipercepat dari sekolah formal dan mengunakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) sejak tahun 2017 lalu. Hal ini dikarenakan SKB telah memiliki Lab komputer yang memadai, serta siswa juga dibekali keterampilan berupa teknik komputer, bahas Inggris, Menjahit, perbengkelan dan las Welding.

“Makanya kita juga dalam menerima siswa baru tidak sebarangan, calon siswa wajib menguasai sholat dan bisa baca Al Qur’an, begitu pula calon siswa beragama Kristen wajib memahami Al Kitab, serta calon siswa mau belajar dengan serius. Selain itu tata tertib atau pelaturan diterapkan, hampir sama dengan di sekolah formal, baju wajib rapi, rambut tak boleh panjang, serta mentaati tata terbit lainnya,” jelasnya.

Sementara kedudukan Kepala Sekolah SKB juga sama dengan kepala sekolah formal yang merupakan jabatan fungsional. Namun, jabatan kepala sekolah SKB diisi oleh pamong belajar. Lantaran kedudukannya sama dengan sekolah, maka kewajibannya juga hampir sama dengan sekolah. Selain SKB lanjut Suryadi, masih ada beberapa lembaga lain yang termasuk satuan pendidikan non formal, yakni PAUD, TPA, PKBM, dan alinnya.

“Intinya SKB juga memiliki Nomor Pokok Satuan Pendidikan Nasional (NPSN) dan berhak ikut akreditasi dari BAN, dan juga memiliki kewajiban melaksanakan penjaminan mutu pendidikan non formal ini, ucapnya lagi. (men)