MPLS di SMAN 5 Batam Jauh dari Kekerasan

BATAM (HK) – Kepala Sekolah SMAN 5 Batam, Bahtiar MPd, menegaskan untuk kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) diterapkan di SMAN 5 Batam jauh dari unsur kekerasan atau tanpa perpeloncoan. Begitu pula kata Bahtiar, selama MPLS siswa baru tidak ditugaskan membawa barang yang aneh-aneh, serta memakai atribut yang berlebihan.

“Kegiatan MPLS lebih ditekankan kepada pembentukan karakter siswa melalui ceramah dengan melibatkan pihak luar seperti Yonif, BNN, dan dokter , ” ujar Bahtiar, disela-sela kegiatan MPLS disekolahnya, Senin (15/7). Meskipun nantinya ada sanksi diberikan kepada siswa, namun sifatnya lebih kepada edukasi.

Seperti pada hari pertama MPLS di SMAN 5 Batam, Senin (15/7) diisi dengan kegiatan siswa berupa pengenalan lingkungan sekolah, baik terhadap sekolah, guru maupun kakak kelas. Sementara berdasarkan penjelasan guru bertindak Ketua MPLS SMAN 5 Batam, Yuliana dan Aslah, bahwa kegiatan MPLS selain memberikan pengenalan lingkungan sekolah, pihaknya juga mendatangkan nara sumber dari luar, seperti BBN untuk penyuluhan bahaya narkoba, dan Yonif untuk wawasan kebangsaan, serta dokter yang akan memberikan pengetahuan terkait kesehatan reproduksi siswa.

“Gak boleh ada kekerasan dari MPLS ini, makanya kita bagi 10 gugus yang melibatkan OSIS namun dibina langsung dan diawasi oleh guru. Meski nantinya ada pelanggaran dilakukan siswa baru, mungkin sanksinya lebih kepada edukasi, dan kita juga tidak memberikan tugas yang aneh-aneh, serta siswa tidak diharuskan memakai antribut berlebihan,” ujar Yuliana.

Dikatakan Yuliana, bahwa MPLS ini wajib diikuti siswa baru sesuai Permendikbud No. 18/2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah. Dan sepenuhnya MPLS ini ditagani para guru, dan tidak melibatkan kakak kelas atau senior, serta alumni, melainkan hanya OSIS saja. “Itupun OSIS sifatnya hanya membantu kelancaran MPLS, selebihnya guru yang melaksanakan,” jelasnya. (men)

(Visited 29 times, 1 visits today)