Perbanyak Jalin Kerjasama Dudi, Mengatasi Kekurangan Guru Produktif

BUKA MPLS- Kepala Sekolah SMKN 8 Batam, Refio MPd, saat membuka kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada hari pertama di sekolahnya, Senin (15/7). Kegiatan MPLS ini berlangsung selama tiga hari yang diisi dengan berbagai kegiatan edukatif. Refio menjamin kegiatan MPLS diterapkan disekolahnya dijamin jauh dari kekerasan, namun lebih mendidik dalam pembentukan karakter siswa. Arment Aditya

BATAM (HK)- Dalam upaya menyiasati kekurangan guru produktif dimiliki sekolah, Kepala Sekolah SMKN 8 Batam, Refio MPd, lebih memperbanyak meningkatkan jalinan kerjasama dengan dunia usaha dan industri (DUDI). Seperti di sekolahnya masih kekurangan guru produktif untuk jurusan Instrumentasi Medik, maka ia melakukan kerjasama dengan semua rumah sakit, puskesmas dan apoteker yang ada di Kota Batam.

Bahkan dalam waktu dekat ini, Refio juga akan mencoba menjalin kerjasama dengan RS Tanjung Pinang dan Karimun, serta dalam proses menjalin kerjasama dengan STIKES Tanjungpinang, dan P4TK Malang . Kerjasama ini selain untuk prakerin siswa, juga untuk magang guru. Apalagi pada tahun mendatang, lanjut Refio, SMKN 8 Batam juga akan membuka jurusan baru, yakni Lab dan Kesehatan.

“Sejauh ini di Batam telah banyak kita melakukan kerjasama baik dengan rumah sakit, puskesmas maupun apotek, apakah untuk guru undangan maupun praktek siswa dan magang guru. Malah untuk kekurangan guru produktif, kita merekrut guru undangan dari rumah sakit, baik untuk jurusan Farmasi Klinis dan Komunitas, maupun jurusan Keperawatan, serta jurusan Intrumentasi Medik. Kebetukan ketua GP Farmasi, bersedia mendatangkan guru Farmasi ke SMKN 8 Batam ini,” ujar Refio usai membuka kegiatan MPLS hari pertama di sekolahnya, Senin (15/7).

Sementara dengan keterbatasan ruang kelas dimiliki yang hanya 6 lokal yang tidak sebanding dengan jumlah rombongan belajar (rombel) mencapai 15 rombel, bagi Refio, pihaknya menuntut setiap guru lebih pandai dalam memanfaatkan kondisi yang ada. Dicontohkan dia ketika melakukan praktek siswa, karena tidak memiliki Lab, maka guru disiasti dengan membawa mediasi alat praktek ke dalam kelas.

“Kondisi ini sudah kita laporkan ke Dinas Pendidikan (Disdik). Karena anak didik belajar kurang maksimal, meski untuk pelayanan standar minimum telah terpenuhi dengan baik. Begitu pula dengan mendatangkan guru produktif dari luar, biayanya cukup besar, karena yang didatangkan itu adalah tenaga profesional dibidangnya,” katanya.

Untuk kelancaran proses belajar mengajar disekolahnya itu, pada kesempatan ini Refio meminta dukungan dari masyarakat agar kebutuhan guru produktif untuk mengajar anak didiknya dapat terpenuhi. Begitu pula dengan Disdik Provinsi Kepri, untuk segera melengkapi kebutuhan sarana dan prasarana dibutuhkan. “Sama halnya juga dengan dunia usaha, kami minta tolong dibantu melalui dana CSR-nya untuk melengkapi sarana yang kurang ini,” pinta Refio.

Diakuinya, bahwa guru produktif terutama untuk jurusan Instrumentasi Medik cukup sulit dicari. Meski ada, namun mereka enggan menjadi guru karena gajinya jauh lebih besar diberikan pihak perusahaan. “Jurusan diterapkan di SMKN 8 ini kan permintaan masyarakat, tidak terpikirkan sebelumnya oleh Disdik. Malah sekarang ini merupakan satu-satunya jurusan diterapkan di SMK negeri di Provinsi Kepri ini,” jelasnya.

Namun seiring waktu berjalan, justru jurusan di SMKN 8 Batam ini cukup direspon masyarakat . Malah siswa yang prakerin di rumah sakit, puskesmas maupun di apoteker responnya cukup bagus. “Ada beberapa apoteker dan rumah sakit, malah meminta prakerin anak didik kita minta diperpanjang, karena cukup membantu tenaganya,” ucapnya.

Terima 9 Rombel

Sementara pada PPDB 2019 ini, SMKN 8 Batam menerima siswa baru sekitar 9 lokal untuk tiga jurusan yang diterapkan yang masing-masing lokalnya diisi sekitar 36 siswa. “Dari 9 lokal itu untuk jurusan Farmasi Klinis dan Komunitas sebanyak 4 lokal, untuk jurusan Keperawatan sebayak 4 lokal, dan untuk jurusan Intrumentasi Medik hanya 1 lokal. Jadi kalau ditotal semuanya sebanyak 15 lokal dari kelas X, XI, dan XII, yang kita bagi dalam double shitf, untuk kelas pagi 8 lokal dan kelas sore 7 lokal. Karena dari 6 lokal kelas yang ada kita manfaatin lab dan majelis guru, makanya ruang kepsek disatukan dengan majelis guru” terangnya.

 

Refio MPd
Kepsek SMKN 8 Batam

(Visited 28 times, 1 visits today)