by

Rancangan KUA PPAS APBD Batam 2020 Rp2,8 T

BATAM (HK) – Pemerintah Kota (Pemko) Batam mengajukan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Batam tahun 2020, diproyeksikan sebesar Rp2,854,223,229,019,79 atau Rp2,8 triliun.

Hal tersebut disampaikan Walikota Batam, Muhammad Rudi dalam rapat Paripurna ke lima DPRD Kota Batam masa persidangan III tahun sidang 2019 dengan agenda peyampaian dan penjelasan Walikota Batam atas rancangan KUA/PPAS APBD kota Batam tahun anggaran 2020 serta penyampaian dan penjelasan Walikota Batam atas rancangan KUA/PPAS perubahan APBD Kota Batam tahun anggaran 2019, Senin (15/7).

Dikatakan Rudi bahwa rancangan itu berasal dari beberapa pendapatan. Pertama, Pendapatan Asli Daerah (PAD) ditargetkan sebesar Rp1,364,478,640,365,19. Kedua adalah dana perimbangan, pendapatan data perimbangan Kota Batam tahun 2020 ditargetkan sebesar Rp1,167,481,884,00.

Ketiga adalah pendapatan lain-lainnya yang sah, pendapatan Kota Batam yang sah ditargetkan sebesar Rp 267,263,572,254,60. Keempat penerimaan daerah dari sisi pembiayaan ditargetkan sebesar Rp5,5 miliar.

Penjelasan target masing-masing komponen penerimaan Kota Batam tahun anggaran 2020, kebijakan rencana daerah secara umum, arah kebijakan yang dilakukan baik itu belanja secara langsung maupun belanja tidak secara langsung telah dijelaskan dalam Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Kota Batam tahun 2020.

“Begitu juga dengan rincian belanja daerah tahun 2020 beserta telah dijelaskan dalam rancangan kebijakan umum APBD Kota Batam tahun 2020,” tuturnya.

Dijelaskan Rudi, adapun rancangan prioritas dan plafon anggaran sementara APBD Kota Batam tahun 2020 dan Rancangan PPAS APBD Kota Batam disusun berdasarkan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kota Batam tahun 2020 antara lain memuat pendahuluan, rencana pendapatan dan penerimaan daerah dan lain-lainnya adalah berdasarkan pemerintahan dan program kegiatan serta rencana pembiayaan daerah.

“Penyususan rancangan PPAS adalah dalam upaya mencapai visi mewujudkan Kota Batam sebagai badar dunia madani yang berdaya saing, maju sejahtera dan bermartabat sebagaimana d8amanatkan dalam RPJMD Kota Batam,” ucap Rudi.

Selanjutnya, prioritas pembangunan Kota Batam tahun 2020 difokuskan kepada beberapa hal. Pertama, pembangunan peningkatan kualitas sarana dan prasarana infrastruktur dan utilitas pengendalian banjir dan kebersihan. Dalam rangka meningkatkan kualitas Kota Batam sebagai kawasan destinasi dan investasi.

Kedua, peningkatan kualitas SDM melalui peningkatan kualitas mutu serta pelayanan pendidikan, kesehatan dan ketenagakerjaan.

Ketiga, peningkatan sarana dan prasarana transfortasi. Keempat, peningkatan dan pengembagan Keparawisataan, fasilitas investasi dan promosi dalam rangka meningkatkan perekonomian dan daya saing Kota Batam.

Kelima, peningkatan perekonomian dan masyarakat. Keenam, pengendalian dan penertiban kawasan yang tidak sesaui dengan peruntukan Fasilitas Umum (Fasum) dan Fasilitas Sosial (Fasos).

“Peningkatan fasilitas dan tatakelola pemerintahan dan optimalisasi teknologi informasi dalam rangka peningkatan pelayanan kepada masyarakat dan penyelenggaraan pemerintah yang baik,” bebernya.

Pantau Haluan Kepri Rapat, Paripurna yang dipimpin oleh Wakil Ketua III DPRD Batam, Helmy Hemilton itu sebelum dimulai sempat ditunda terlebih dahulu selama 15 menit, karena tidak kuorum, yakni dari 50 anggota DPRD Kota Batam yang ada, yang hadir secara fisik hanya 19 orang saja.

Namun setelah diskor akhirnya rapat paripurna itu bisa dilanjutkan karena dalam waktu skor yang dulakukan itu kehadiran anggota DPRD bertambah hingga menjadi 26 orang, hal itu diketahui saat Sekretaris DPRD Kota Batam memberikan laporannya sebelum rapat itu dimulai. (cw64)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed