Sistem e Ticketing Perjelas Manifes Penumpang

KEPALA KSOP Kelas Tanjungbalai Karimun, Junaidi menjelaskan sistem e ticketing dengan operator pelabuhan. Foto:Ilham/Haluan Kepri

KARIMUN (HK)-Pelabuhan Tanjungbalai Karimun merupakan pelabuhan penumpang terpadat kedua di Indonesia setelah Batam. Untuk mempermudah pelayanan pembelian tiket bagi penumpang, maka Kantor Syahbandar dan Otoritas Kepelabuhanan (KSOP) Kelas I Tanjungbalai Karimun menerapkan sistem e-ticketing.

“Pemberlakuan e-ticketing sudah sesuai dengan era digitalisasi. Tujuannya kan untuk angkutan penumpang. Apalagi, Tanjungbalai Karimun merupakan pelabuhan terpadat kedua di Indonesia setelah Batam. Pada angkutan lebaran 2019 kemarin, jumlah penumpang tercatat 467.371 orang,” ungkap Kepala KSOP Kelas I Tanjungbalai Karimun, Junaidi di ruang kerjanya, Selasa (16/7).

Kata Junaidi, setelah ujicoba, maka sistem e ticketing akan diterapkan untuk kapal penumpang tujuan luar negeri, seperti ke Malaysia dengan tujuan Kukup dan Johor maupun ke Singapura. Setelah itu, baru menyusul kapal tujuan domestik seperti ke Batam, Dumai maupun Selatpanjang dan terakhir kapal antar pulau di Karimun.

Dikatakan, penerapan e-ticketing membantu dalam penerapan kelancaran arus penumpang dan kepastian jumlah manifest kapal. Melalui e-ticketing juga memberikan kemudahan kepada masyarakat pengguna serta bagi KSOP, Pelindo dan juga operator ataupun perusahaan pelayaran itu sendiri.

“Kebijakan penerapan e-ticketing ini sebenarnya proyek perubahan saya. Saat ini saya tengah mengikuti Diklatpim II Nasional, salah satunya saya angkat di Tanjungbalai Karimun ini terkait sistem e-ticketing. Penerapan sistem ini tidak langsung, ada tahapan-tahapan tertentu yang kita lalui,” jelas Junaidi.

Menurut dia, pada 15 Juli 2019 pihaknya sudah mengundang seluruh stakeholder terkait dan mereka mendukung sistem ini. Tanpa adanya dukungan dari stakeholder pemberlakuan ini akan sulit. Sistem e-ticketing juga harus dibarengi dengan fasilitas di pelabuhan atau terminal seperti di ruang tunggu termasuk di ponton.

“Tujuan utama dari sistem e-ticketing ini adalah menghilangkan potensi ketidaksesuaian manifest kapal dengan jumlah penumpang yang diangkut diatas kapal. Pada situasi-situasi tertentu bahkan ada ketidaksesuaian juga. Tentunya, ini juga menyangkut aspek keselamatan pelayaran dan kenyamanan penumpang,” tuturnya.

Selain itu, penerapan sistem e-ticketing akan memberikan kemudahan kepada calon penumpang. Mereka bisa langsung memesan tiket dengan menggunakan HP android layaknya pemesanan tiket kereta api maupun pesawat. Sistem seperti ini sudah diberlakukan pada kapal Pelni. Makanya, ke depan juga akan diterapkan di kapal-kapal penumpang pelabuhan Tanjungbalai Karimun.

Ketua Indonesian National Ship’owner Association (INSA) Cabang Tanjungbalai Karimun, Bustami Datuk Rajo Marah ketika dikonfirmasi mendukung wacana pemberlakukan tiket secara online tersebut. Bustami menyebut, wacana itu jelas akan mempermudah operator kapal dalam penjualan tiket.

“Kalau kebijakan itu untuk memberikan kemudahan, tentu saja kami dukung. Namun seperti apa teknisnya nanti masih dalam pembahasan. Rapat tadi kan baru sebatas rencana awal. Pembahasan teknis ke depan masih panjang,” ujar Bustami.(ham)

(Visited 107 times, 1 visits today)